<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748</id><updated>2011-07-08T07:44:47.763-07:00</updated><title type='text'>ISLAM , RELIGION , HARMONY AND PEACE</title><subtitle type='html'>hipnotherapy and herbal for cancer contact drlizasfyn@gmail.com , 085722169957</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-6840837622014377073</id><published>2009-07-18T03:38:00.001-07:00</published><updated>2009-07-18T03:53:13.166-07:00</updated><title type='text'>pruralisme di banyak pendapat</title><content type='html'>ISLAM IS BEAUTIFUL&lt;br /&gt;PRURALISME IS BEAUTIFUL&lt;br /&gt;BENARKAH ORANG NON MUSLIM YANG BAIK DAN TULUS AKAN MASUK NERAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYUSUN:&lt;br /&gt;dr. Hj. Liza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;JIKA MANUSIA DICIPTAKAN UNTUK DIMASUKAN KEDALAM API NERAKA ATAU JIKA AKHIR KEDIAMAN KEBANYAKAN MANUSIA ADALAH NERAKA MAKA SESEORANG HARUS MENERIMA BAHWA MURKA TUHAN MENGGANTIKAN KASIHNYA (Muthadha Muthahhari)&lt;br /&gt;ISLAM (berserah diri)  akan ketentuan Tuhan Yang  Maha Esa, Islam  adalah rahmatan  lil alamin, rahmat bagi seluruh alam dan isinya.&lt;br /&gt;Perbedaan di dunia ini adalah sunatullah, aturan dari Allah dan mengapa kita menganggap  perbedaan yang menjadi aturan Allah ini, harus selalu diperselisihkan dan selalu dijadikan alasan untuk berselisih dan membenarkan perbuatan yang munkar, seperti yang terjadi beberapa tahun ini dari mulai bom bunuh diri, pemboman dengan dalih membenci Amerika, membenci kebijaksanaan Bush. Bom di Poso, Bom di Bali, Bom di restauran dan kedutaan besar. Apakah perbuatan ini dapat menyelesaikan masalah yang sekarang sedang berkembang , bahwa teroris selalu dikaitkan dengan Islam. Apakah pemasangan Bom bukan disebut Teroris, apakah hal itu bisa menyelesaikan masalah yang menjadi konflik kita dan dunia. Semua menganggap apa yang di yakini nya adalah paling benar, bila menganggap dirinya paling benar, tidak lah pernah terjadi kesepahaman, keamanan dan kemuliaan. Bila komitmen kita terhadap toleransi beragama dan pemahaman yang benar terhadap pruralisme ini baik. Kehidupan beragama indah dan harmonis akan menghiasi kehidupan kita yang Bhineka Tunggal Ika. Menjadi berwarna dan bersatu dalam membangun.&lt;br /&gt;QS 49:13  Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.  ,&lt;br /&gt; QS Hud (11) 118-119. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,  kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.&lt;br /&gt;  QS Yunus (10) :99. Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?&lt;br /&gt;QS. An-Nahl (16): 93 Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.&lt;br /&gt;QS 2:62, Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabii], siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah], hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. &lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;          PRURALISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PRURALISME DIMATA ALWI SHIHAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Alwi Shihab bahwa masalah yang sesungguhnya yang menyebabkan terjadinya perselisihan yang telah terwujud dalam sejarah hubungan muslim-kristen di Indonesia , pada dasarnya terletak pada sejarah panjang saling tidak percaya. Bahwa pemahaman diri dan watak Universal kedua agama ternyata hanya menumbuhkan rasa permusuhan. Secara mutlak yang tidak bisa mengakui bahwa agama lain disamping dirinya  mempunyai nilai yang sama, Masing-masing bersikukuh bahwa agamanyalah yang unik, superior, normatif, membawa keselamatan dan satu-satunya wahyu yang sah dari satu-satunya Tuhan. Dengan adanya pandangan dasar seperti itu, ketidak percayaan tumbuh dalam dan perselisihan hampir tidak terhindar. &lt;br /&gt; Dunia barat mengenal bahwa Islam adalah agama yang menghalalkan kekerasan  dan disebarkan dengan pedang, menerapkan hukuman potong tangan bagi pencuri, membolehkan Poligami,tidak menghargai perempuan, dan berada dibalik  setiap tindakan teroris, Tapi Alwi merasa tertantang untuk menunjukan wajah Islam yang ramah, menghargai hak asasi manusia, termasuk perempuan, dan cinta damai &lt;br /&gt;Di era globalisasi masa kini , umat beragama dihadapkan kepada serangkai tantangan batu yang tidak terlalu berbeda dengan apa yang pernah dialami sebelumnya, Pruralisme agama, konflik intern atau antaragama, adalah fenomena nyata. Pruralisme , Dimasa lampau kehidupan beragama bagaikan kamp-kamp yang terisolasi dari tantangan-tantangan dunia luar. Sebaliknya , masa kini tidak sedikit pertannyaan kritis yang harus ditanggapi oleh umat beragama yang dapat diklasifikasikan rancu dan merisaukan. Sebagai konsekuensinya tampilnya sekian banyak agama baru, lahir pula serangkaian pertanyaan, antara lain: Apakah Tuhan itu Esa, tidak kah sebaiknya agama itu tunggal saja? Lalu disusul dengan pertanyaan : Apabila pruralisme agama tidak dapat dielakkan, maka yang mana diantara agama-agama ini yang benar, ataukah semuanya sesat? &lt;br /&gt; Alwi Shihab. Secara Garis besar pruralisme pengertian Pruralisme agama dan budaya dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pruralisma tidak semata menunjukkan pada kenyataan tentang adanya kemajemukan .Namun yang dimaksud adalah keterlibatan aktif terhadap kenyataan kamajemukan tersebut. Pruralisme agama dan budaya dapat kita jumpai dimana-mana. Didalam masyarakat tertentu, Dikantor tempat kita bekerja, disekolah tempat kita belajar, bahkan dipasar dimana kita belanja, Tapi seseorang baru dapat dikatakan sifat tersebut bila ia dapat beriteraksi positif dalam lingkungan keajemukan tersebut, dengan kata lain, pengertian pruralisme agama adalah bahwa tiap pemeluk agama dituntut bukan saja mengakui keberadaan dan hak agama lain, tapi terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaaan guna tercapainya kerukuna dalam kebhinnekaan,(2) pruralisme harus dibedakan dengan kosmopolitanisme, Kosmopolitan menunjukkan menunjukan kepada suatu relalita dimana aneka ragam agama, ras, bangsa hidup berdampingan disuatu lokasi. Ambil misal newyork. Kota ini adalah kota kosmopolitan . dikota ini terdapat, yahudi, kristen, muslim, hindu, budda, bahkan orang-orang yang tanpa agma sekalipun, seakan seluruh penduduk dunia berada di kota ini, namun interaks positif antar penduduk ini, khususnya di bidang agama, sangat minimal kalaupun ada (3) konsep Pruralisme tidak dapt disamakan dengan relativitas. Seorang relativis akan berasumsi bahwa hal-hal yang menyangkut ”kebenaran” atau ” nilai” ditentukan oleh pandangan hidup sera kerangka berfikir seseorang atau masyarakatnya. Sebagai contoh, ’Kepercayaan/kebenaran” yang diyakini oleh bangsa eropa bahwa ”Columbus menemukan amerika:adlah sam abenarnya dengan kepercayaan  benua tersebut bahwa ”Columbus mencaplok Amerika”. Sebagai konsekuensi dari paham relativisme agama, Dokrin agama apapun harus dinyatakan benar. Atau tegasnya ”semua agam aadalh sam.” karena kebenaran agam-agama, walaupun berbeda-beda dan bertentangan satu sama lain , tetap harusditerima . Untuk itu seorang relativis tidak akan mengenal, apalagi menerima, sutu kebenaran universal yang berlaku untuk semua dan sepanjang masa. &lt;br /&gt; Alwi Shihab Tidak dapat di pungkiri bahwa paham pruralisme terdapat unsur relativisme, yaitu unsur tidak mengklaim pemilikan tunggal (monopoli) atau suatu kebenaran, apabila memaksakan kebenaran tersebut pada pihak lain. Paling tidak seorang pruralisme akan menghindari sikap absolutisme yang menonjolkan  keunggulannya terhadap pihak lain. Oleh karena itu, banyak orang enggan menggunakan kata Pruralisme agama, karena kawatir akan terperangkap dlam lingkaran konsep relativisme agama. Sebagaimana diketahui, konsep relativisme yang berawal  pada abad kelima sebelum masehi, yakni masa phitagoras, seorang sofis yunani. Konsep tersebut bertahan sampai masa kini. Khususnya dalam pendekatan ilmiah yang dipakai oleh para ahli antropologi dan sosialogi . konsep ini menerangkan bahwa  apa yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah, adalah relatif,  tergantung kepada pendapat tiap individu keadaan setempat, atau institusi  sosial dan agama . Oleh  karena itu konsep ini tidak mengenal kebenaran absolut atau kebenaran abadi.  &lt;br /&gt; Pruralisme agama bukan sinkretisme , yakni menciptakan suatu agama baru dengan memadukan unsur tertentu atau sebagian komponen ajaran dari beberapa agam untuk dijadikan bagaian integral dari agama baru tersebut &lt;br /&gt; Alwi Shihab Yang perlu digarisbawahi bahwa disini adalah apabila konsep pruralisme agama diatas hendak diterapkan di Indonesia maka ia harus bersyarat satu hal, yaitu komitmen yang kokoh terhadap agama masing-masing  Seorang pruralisme , dalam berinteraksi dengan aneka ragam agama, tidak saja dituntut untuk membuka diri, belajar dan menghormati mitra dialognya. Tapi yang terpenting ia harus comiited terhadap agama yang dianutnya. Hanya dengan sikap demikian dapat menghindari relativisme agama yang tidak sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, &lt;br /&gt;  Alwi shihab.Menambahkan lagi bahwa Tantangan yang dihadapi oleh umat beragama di Indonesia tidaklah kecil , Kalau sampai saat ini kita dapat berbangga atas prestasi yang telah dicapai dalam membina dan memupuk kerukunan umat beragama, namun tugas yang terbentang dihadapan kita masih jauh dari rampung. Adalah tanggung jawab kita bersama untuk membudayakan sikap keterbukaan , menerima perbedaan , dan menghormati kemajemukan agama, dibarengin dengan loyalitas dan komitmen agama masing-masing. &lt;br /&gt; Pengertian pruralisme Agama yang bersyarat inilah yang terekam dalam anjuran allah dalam Al-Quran Surah Saba (34) ”24-26 , Katakanlah wahai Muhammad : Siapakah yang memberi rejeki dari langit dan dari bumi? Katakanlah ”Allah” dan sesungguhnya kami atau kamu (nonmuslim)  pasti berada dalam kebenaran atau kesesatan yang nyata. Katakanlah kami (non muslim) tidak akan bertanggung jawab tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya pula tentang apa yang kamu perbuat, Katakanlah tuhan tidak akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan kita dengan benar dan Dialah yang maha pemberi Keputusan lagi maha mengetahui.&lt;br /&gt; Surat Al-baqorah (2) : 62, Sesungguhnya orang-orang mukmin , orang-orang Yahudi ,orang-orang Nasrahi dan orang-orang shabiin ,siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian , dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari tuhan. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tiada pula mereka bersedih hati. &lt;br /&gt; Alwi mengajak semua umat untuk sama sama ” Semoga dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang dibekali oleh pengertian Pruralisme agama yang bertanggung jawab, kita dapat mengatasi tantangan besar yang  kita hadapi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PRURALISME DIMATA NURCHOLISH MADJID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Nurcholish Madjid , dalam bukunya Islam Dokrin dan Peradaban  menyatakan ,bahwa Islam di Indonesia:  adalah masalah kemajemukan. Pluralitas (kemajemukan) manusia adalah kenyataan yang telah menjadi kehendak Tuhan. Jika dalam kitab suci disebutkan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal dan menghargai &lt;br /&gt;Maka prulalitas ini meningkat menjadi prulalisme, yaitu suatu sistem nilai yang memandang secara positif-optimis terhadap kemajemukan itu sendiri, dengan menerimanya sebagai kenyataan dan berbuat sebaik mungkin berdasarkan kenyataan itu. Dalam kitab suci juga disebutkan bahwa perbedaan antara manusia dalam bahasa dan warna kulit harus diterima sebagai kenyataan yang positif, yang merupakan salah satu tanda kebesaran Allah  &lt;br /&gt;QS, 30:22  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. &lt;br /&gt;  Juga terdapat penegasan dalam kitab suci tentang kemajemukan dalam pandangan dan cara hidup antara manusia yang tidak perlu digusarkan dan hendaknya dipakai sebagai pangkal tolak berlomba-lomba  menuju berbagai kebaikan dan bahwa  Tuhanlah yang akan menerangkan mengapa manusia berbeda-beda , nanti ketika kita kembali kepada-Nya  &lt;br /&gt; Memang dan seharusnya tidak perlu mengherankan bahwa islam selaku agama besar terakhir, mengklaim sebagai agama yang memuncaki proses pertumbuhan dan perkembangan agama-agama dalam garis kontinuitas tersebut. Tetapi harus diingat bahwa justru penyelesaian terakhir yang diberikan oleh islam sebagai agama terakhir untuk persoalan akan hak agama-agama itu berada dan untuk dilaksanakan, karena itu tidak saja agama tidak boleh dipaksakan  &lt;br /&gt;QS, 2:256, Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt; QS 10:99 Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? &lt;br /&gt; Bahkan al-Quran juga mengisyaratkan bahwa para penganut berbagai agama, asalkan percaya kepada tuhan dan Hari kemudian serta berbuat baik semuanya akan selamat &lt;br /&gt;QS 2:62, Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabii], siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah], hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. &lt;br /&gt;Beserta kemungkinan tarsirnya inilah yang menjadi dasar toleransi agama yang menjadi ciri sejati islam dalam sejarahnya yang otentik, suatu semangat yang merupakan kelanjutan pelaksanaan ajaran al-Quran&lt;br /&gt;Keagamaan dalam makna intinya sebagai kepatuhan (din) yang total kepada Allah, menuntut sikap pasrah kepadanya yang total (islam) pula , sehingga tidak kepatuhan atau din yang sejati tampa pasrah atau islam. Inilah sesungguhnya makna firman ilahi dalam QS, AL-Imran (3) 19 yang banyak dikutib dalam berbagai kesempatan , Inna al-din “ind Allah al Islam, sesungguhnya agama disisi Allah ialah Islam yang diterjemahkan mengikuti makna asal kata-kata disitu dapat menjadi “Sesungguhnya kepatuhan bagi Allah ialah sikap pasrah (kepada-Nya).” (Muhammad Assad menerjemahkan (Inggris ),” Behold the only (true) religion in the sight of God is (man’s) self surrender unto Him,” sedangkan A. Yusuf Ali menerjemahkan (juga Ingris ) the religion before God is Islam (submission to His Will). Firman lain yang berkaitan langsung dengan ini dan banyak sekali dikutip ialah QS Al-Imram (3):85,”Dan barang siapa mengikuti agama selain al-Islam (sikap pasrah kepad Tuhan) , maka ia tidak akan diterima dan di akherat  ia akan termasuk golongan yang merugi,” penegasan bahwa beragama tanpa sikap pasrah itu tak bermakna.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; QS, Al-Imran (3) : 85, “Dan barang siapa mengikuti agama selain al Islam (sikap pasrah kepada Tuhan) maka ia tidak akan diterima dan diakherat akan termasuk golongan yang merugi, penegasan bahwa beragama tanpa sikap pasrah itu tidak bermakna. Karenanya kwalitas tawakal, taqwa dan iklas dengan kesadaran berketuhanan adalah mutlak. Yang diwujudkan orang tersebut dalam tingkah laku sosialnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PRURALISME DIMATA FAHMI HUWAYDI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perbedaan di antara manusia dalam agama terjadi karena kehendak Allah SWT, dan orang Muslim meyakini bahwa kehendak Allah itu tidak ada yang dapat menolak dan mengubahnya, sebagaimana dia tidak berkehendak kecuali di dalamnya terdapat kebaikan dan hikmah. Ungkapan ini disampaikan oleh Dr. Yusuf Qardawi ini dalam bukunya yang membahas tentang orang-orang non Islam. Ia telah membuka pintu pemahaman bagaimana sikap Islam terhadap orang-orang non muslim yang hidup didalam negara Islam atau diluar negeri Islam.  &lt;br /&gt; Kita telah mengatakan bahwa masalah golongan lain non muslim berpangkal dalam beberapa unsur. Yang pertama peristiwa sejarah dimana golongan lain selalu memusuhi kaum muslim. Kedua penafsiran dan pemahaman nash-nash syariat secara tidak proporsional sebagai pengaruh dari warisan sejarah.  &lt;br /&gt; Berkaitan dengan pembahasan diatas kita mengutip sabda Rasulullah Saw yang berbunyi ”Perbedaan pendapat dikalangan umatku adalah rahmat.” hadist ini adalah Dhaif (lemah) ketidak absahan nya sudah jelas, meskipun hadist ini banyak beredar dikalangan orng banyak. Menanggapi hadist ini, ibnu Hamz mengatakan ,”Jika perbedaan pendapat itu sebagai rahmat, maka kesepakatan pendapat itu adalah kemurkaan, Dan tidak ada seorang muslimpun yang mengatakan demikian  &lt;br /&gt; Meskipun kita tidak menyerukan dan tidak mengharapkan perbedaan pendapat, namun tidak seorangpun dapat mengingkari bahwa perbedaan itu merupakan tradisi manusia, dan ia terjadi atas kehendak Allah SWT, sebagaimana yang dikatakan Dr. Yusuf Qardawi. Dan Nash-Nash Al-Quran pun mempertegas hal itu dengan jelas dan terang .&lt;br /&gt;Seperti firman SWT. ” Jikalau QS Hud (11) 118-119. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,  kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.&lt;br /&gt; Dan dalam QSYunus (10) :99. Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?&lt;br /&gt;QS. An-Nahl (16): 93 Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan &lt;br /&gt;memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menafsirkan ayat 2 ayat diatas (QS Hud 118-119) Syaik Rasyid Ridha, penulis tafsir Al-Manar, menyebutkan ”Bahwa kalimat ’jikalau Tuhanmu menghendaki’ artinya adalah Rasul yang benar-benar mengharapkan keimanan kaumnya yang merasa bersedih hati melihat penolakan umatnya terhadap seruan dan petunjuknya. Adapun’ tentu dia menjadikan umat yang satu’, adalah dalam satu agama, sesuai dengan tuntutan tabiat dan fitrah, tiada bagi mereka pendapat dan juga pilihan. Dengan demikian, mereka bukan dari golongan manusia, tetapi dalam kehidupan sosial, mereka seperti malaikat yang diciptakan untuk melaksanakan tugas dan taat saja kepada Allah SW, sehingga tidak terjadi perbedaan pendapat diantara mereka. Manusia diciptakan sesuai hikmah –Nya, mereka diperintahkan mencari ilmu, diberikan pilihan, membenarkan sebagian kemungkinan yang lebih benar dari sebagian yang lain, dan tidak dipaksa Allah SWT. Menjadikan mereka berbeda dalam menyikapi perbekalan , menuntut ilmu dan menentukan pilihan. Karena islam merupakn agama hidayah (petunjuk) yang membicarakan kepada akal dan hati terlebih dahulu, dan menghormati manusia karena mereka adalah mahluk ciptaan Allah Swt, tanpa membedakan ras, suku, dan agama mereka. Karena kedua sebab di atas islam memilih jalan yang sangat jelas dalam mengajak bicara kepada semua orang. Jalan tersebut berdasar pada 2 hal: penghormatan dan pemuasan.  .&lt;br /&gt; Kaum muslim bukan sebagai penguasa bagi orang-orang lain, tetapi mereka adalah penyeru dan pemberi petunjuk. Tugas Nabi mereka yang agung hanyalah sebagai penyampai sekaligus pembawa berita gembira. Allah Swt. Berfirman :&lt;br /&gt;QS. Al-Ghasyiyah (88): 21 – 22 .” Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,&lt;br /&gt;QS. Saba (34) :28,. Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.&lt;br /&gt;QS. An-nahn (16) :125 Serulah manusia kepada jalan TuhanMu dengan Hikmat dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.&lt;br /&gt;QS. Asy-Syura (42):48 Jika mereka berpaling , maka kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka , kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan risalah&lt;br /&gt;Berdasarkan rangkaian ayat-ayat diatas, penjelasan ilahiah berjalan di setiap tempat, dimana penjelasan tersebut menggambarkan cara menyampaikan kabar gembira dan berkomunikasi dengan orang lain. Pada saat yang sama, Allah Swt. Mengingatkan Nabi Saw. Dan juga muslim bahwa Islam melambaikan tangannya kepada orang-orang yang mau menerima ajakannya dan selalu hidup berdampingan dengan mereka yang tidak menerima ajakan tersebut. Hal ini ditegaskan dalam ayat-ayat :At-Taubah (19) :129. QS Fushilat (41) :34. QS Syura (42):15. QS Al-Maidah (5):8 , QS At-Taubh (9) :6&lt;br /&gt;Ayat-ayat tersebut diatas begitu jelas dan transparan dalam menerangkan sikap islam terhadap golongan lain (non Islam) yang dilandasi dengan penghormatan dan lapang dada. Sedangkan mengenai konsentrasi pada usaha pemuasan yang dijadikan sandaran Khithab (pembicaraan) qurani, banyak terdapat dalam ayat-ayat Quran yang menyangkal banyak pendapat dan pandangan orang-orang yang menentangnya, kemudian ayat-ayat tersebut menolaknya dengan argumentasi dan dalil yang kongkret. &lt;br /&gt; Islam telah menjamin hal-hal golongan lain dalam hal ketidakpuasan (tidak menerima seruan islam ), yaitu setelah diberikan kebebasan memilih kepada mereka dan diumumkan penjelasan ilahi, yang terdapat dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;QS. Al-kahfi (18): 29 Barang siapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman. Dan barang siapa yang ingin (kufur), maka biarlah mereka kufur. &lt;br /&gt;Dan bahwasanya pada hari kiamat kelak Allah Swt. Adalah hakim diantara semua mahluk. Sedangkan di dunia, maka difirmankan : &lt;br /&gt;QS Al Kafirun : 6 , Untukmulah agammu dan untukkulah agamaku.&lt;br /&gt;Yang mengejutkan pengkajian masalah dalam masalah ini bahwa ayat yang berbunyi ,”tidak ada paksaan untuk (memeluk) agama (islam) (QS Al-baqarah (2) 256) diturunkan pada kaum yang hendak mengubah agama-agama anak mereka  dari  Yahudi  ke islam. Kala itu kebiasaan wanita-wanita kabilah Aus yang suka bernazar bila mereka diberikan anak laki-laki  yang berumur pendek  akan                                                       akan diberikan ke bani Nadhir (kabilah Yahudi) sehingga anak-anak laki bani Aus dapat berumur panjang.  Ketika islam datang dan persekongkolan Bani Nadhir terbongkar, Rasullullah Saw Memerintahkan untuk mengusir mereka, pada waktu itu sebagian anak laki-laki dari kablah Aus telah menjadi Yahudi, maka orang tua mereka memaksa anak mereka menjadi Islam , kemudian turun ayat yang meyerukan untuk menolak pemaksaan dalam pemelukan agama. dan akhirnya anak-anak tersebut dibiarkan tetap Yahudi.  &lt;br /&gt;Dengan demikian sikap islam sangat jelas terhadap pemeluk agama lain, yaitu dengan memberikan pengakuan terhadap agama-agama tersebut dan menganggap mereka sebagai ahlul Kitab, hak-hak mereka wajib dipenuhi oleh kaum muslim, kerena mereka diangap berada dalam jaminan Allah dan Rasul.  &lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa Ahlul Kitab sekarang ini bukan ahlul kitab yang disebutkan dalam Al-quran, dengan alasan bahwa kitab-kitab yang diturunkan  kepada Ahlul kitab (taurat, zabur, dan Injil) telah diubah. Dan pengubahan tersebut terjadi sebelum Rasullullah lahir. Kitab ilahi menolak pengakuan kristen bahwa Isa adalah anak Allah dan pengakuan orang-orang Yahudi bahwa Uzair adalah anak Allah. Al-Quran juga mengencam pemikiran trinitas , serta sikap-sikap orang Yahudi. Walaupun demikian mereka tetaplah Ahli Kitab karena Quran tetap menyebut mereka dengan sebutan demikian, dan mereka mempunyai hak-hak yang telah ditetapkan oleh AllahSwt. Dan Allah menyerukan kepada kaum Muslim untuk berbuar baik kepada mereka , selama mereka tidak memusuhi atau berbuar Zalim.  &lt;br /&gt;Dengan metoda ini, Al-quran membedakan antara hak-hak yang diberikan kepada mereka di dunia yang harus dijamin dan tidak boleh dikurangi, dengan perhitungan (hisab) di akhirat yang akan dilakukan sendiri oleh Allah SWT. Dan kaum muslim tidak berhak mencampurinya. Mengenai pengertian ini, Dr. Yusuf Qardhawi menyebutkan bahwa seorang Muslim tidak dibebani untuk menghisap kekufuran orang-orang kafir, atau memberikan hukuman atas kesesatan orang-orang yang sesat. Ini bukan tugasnya dan tempatnya bukan didunia ini, tetapi berada ditangan Allah SWT. Pada hari kiamat kelak. Balasan ditangan Allah SWT, dan semua balasan mereka tergantung Allah.fahmi   Allah berfirman dalam surat Al-Hajj :QS. Al-Hajj (22): 68-69&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMIKIRAN Prof. Dr. Adang Djumhur Salikin, M. Ag. Guru Besar Dan wakil Direktur Pascasarjana STAIN Cirebon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa lebih senang bila yang masuk surga itu banyakan daripada sedikitan,  apalagi kalau hanya sendirian.&lt;br /&gt;BARENG-BARENG MASUK SURGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada paksaan dalam agama” (QS. Al-Baqarah: 256)&lt;br /&gt; Menurut Prof . Adang , karena Alquran menyebutkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama  Ini berarti bahwa kebebasan beragama merupakan keniscayaan. Ini merupakan hak asasi manusia yang harus dihormati. Adalah hak, bahkan kewajiban  setiap orang untuk meyakini bahwa agamanyalah yang benar, tetapi pada saat yang sama dia harus menghormati orang lain untuk bersikap sama terhadap agamanya.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terjadi perang klaim tentang kebenaran dan janji keselamatan. Hanya agamanyalah yang benar, dan karenanya hanya penganut agama itu yang akan masuk surga dan mendapat kasih Tuhan. Agama lain adalah agama yang sesat, dan karena itu penganutnya tidak berhak memperoleh surga dan kasih Tuhan. Mereka akan masuk neraka dan akan mendapatkan murka-Nya. Adalah hak, bahkan kewajiban setiap orang untuk meyakini bahwa agamanyalah yang benar, tetapi pada saat yang sama dia harus menghormati orang lain untuk bersikap sama terhadap agamanya Padahal, yang mahabenar dan mahatahu hakikat kebenaran &lt;br /&gt;hanyalah Tuhan.  Manusia hanya mencari tahu  dan berupaya memperoleh &lt;br /&gt;apa yang dimaksudkan benar oleh Tuhan itu. Demikian pula dengan surga dan neraka. &lt;br /&gt;Bukankah pemiliknya adalah Tuhan? Berarti, yang berhak memasukkan  ke sana pun hanyalah Dia.  Kewenangan itu sepenuhnya  merupakan hak prerogatif-Nya.&lt;br /&gt;Sungguh merupakan kesombongan luar biasa, siapa pun manusia yang mengaku dapat memasukkan ke surga atau ke neraka. Karena hal itu, sama dengan memposisikan dirinya dengan Tuhan. Setidaknya, telah mengambil alih kewenangan-Nya.Mungkin perlu dikemukakan, bahwa berdasarkan firman Allah, “surga itu luasnya seluas langit dan bumi”. Dibuat seluas itu, nampaknya, supaya dapat menampung seluruh umat yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya, sejak umat nabi/ rasul pertama (Nabi Adam) hingga umat nabi/ rasul yang terakhir (Nabi Muhammad SAW). Rasa-rasanya, surga itu terlalu luas kalau hanya dihuni oleh penganut agama tertentu, apalagi kalau oleh warga  NU, Muhammadiyah, atau PUI saja.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, peluang umat beragama memasuki surga dan neraka sama besarnya. Umat agama apa pun berpeluang memasuki keduanya, tergantung kualitas keimanan dan amal kebajikan yang diperbuatnya Terus terang, saya lebih suka bila umat beragama dapat masuk surga semuanya. Saya merasa lebih senang bila yang masuk surga itu banyakan daripada sedikitan,    apalagi kalau hanya sendirian.&lt;br /&gt; Sehingga prof Adang menambahkan lagi diperlukan saat ini adanya Ukhuwah basyariyah, adalah menuntut dikembangkan paham Multikulturisme, suatu pandangan yang mendorong untuk menghormati pihak lain yang berbeda, bukan karena mengakui kebenaran agama lain itu, tetapi karena setiap orang harus menghormati tradisi pihak lain dalam menyembah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;JARINGAN ISLAM LIBERAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulil Abshar Abdhalla (Koordinator Jaringan Islam Liberal) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Islam liberal" menggambarkan prinsip-prinsip yang kami anut, yaitu Islam yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. "Liberal" di sini bermakna dua: kebebasan dan pembebasan. Kami percaya bahwa Islam selalu dilekati kata sifat, sebab pada kenyataannya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya. Kami memilih satu jenis tafsir, dan dengan demikian satu kata sifat terhadap Islam, yaitu "liberal". Untuk mewujudkan Islam Liberal, &lt;br /&gt;`  Tujuan utama kami adalah menyebarkan gagasan Islam Liberal seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu kami memilih bentuk jaringan, bukan organisasi kemasyarakatan, maupun partai politik. JIL adalah wadah yang longgar untuk siapapun yang memiliki aspirasi dan kepedulian terhadap gagasan Islam Liberal.&lt;br /&gt; Misi JIL adalah :Pertama, mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak.Kedua, mengusahakan terbukanya ruang dialog yang bebas dari tekanan konservatisme. Kami yakin, terbukanya ruang dialog akan memekarkan pemikiran dan gerakan yang sehat,Ketiga, mengupayakan terciptanya struktur sosial dan politik yang adil dan manusiawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam liberal&lt;br /&gt;a. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad atau penalaran rasional atas teks-teks keislaman adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bisa bertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad, baik secara terbatas atau secara keseluruhan, adalah ancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikian Islam akan mengalami pembusukan. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat(ritual),  ilahiyat (teologi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks. Ijtihad yang dikembangkan oleh Islam Liberal adalah upaya menafsirkan Islam berdasarkan semangat religio-etik Qur'an dan Sunnah Nabi, bukan menafsirkan Islam semata-mata berdasarkan makna literal sebuah teks. Penafsiran yang literal hanya akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran yang berdasarkan semangat religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian dari peradaban kemanusiaan universal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural. Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Memihak pada yang minoritas dan tertindas. Islam Liberal berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas yang tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek ketidakadilan atas yang minoritas adalah berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yang luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Meyakini kebebasan beragama. Islam Liberal meyakini bahwa urusan beragama dan tidak beragama adalah hak perorangan yang harus dihargai dan dilindungi. Islam Liberal tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik. Islam Liberal yakin bahwa kekuasaan keagamaan dan politik harus dipisahkan. Islam Liberal menentang negara agama (teokrasi). Islam Liberal yakin bahwa bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KRITIK PEDAS TERHADAP PRURALISME DAN JARINGAN ISLAM LIBERAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartono ahmad Jaiz mengkritik kehadiran Jaringan Islam Liberal dan pemikiran Pruralime &lt;br /&gt;Menurutnya "Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci." (At-Taubah:32)  &lt;br /&gt;Bukunya yang berjudul "Menangkal Bahaya JIL dan FLA". Isinya berupa bantahan terhadap lontaran-lontaran aneh yang menyesatkan dari orang-orang firqah liberal (JIL; Jaringan Islam Liberal, Paramadina -yayasan bentukan Nurcholish Madjid cs kini dipimpin Azzumardi Azra rektor UIN/ Universitas Islam Negeri Jakarta, sebagian orang NU -Nahdlatul Ulama, sebagian orang Muhammadiyah, sebagian orang IAIN -Institut Agama Islam Negeri, dan lain-lain. Juga bantahan terhadap isi buku "Fikih Lintas Agama" yang ditulis oleh tim sembilan penulis Paramadina di Jakarta bekerjasama dengan yayasan orang kafir, The Asia Foundation yang berpusat di Amerika.  &lt;br /&gt;Menurutnya Tim penulis paramadina sembilan orang itu adalah; Nurcholish Madjid, Kautsar Azhari Noer, Komarudin Hidayat, Masdar F. Mas'udi, Zainun Kamal, Zuhairi Misrawi, Budhy Munawar-Rahman, Ahmad Gaus AF dan Mun'im A. Sirry. Mereka menulis buku yang judul lengkapnya; "Fikih Lintas Agama Membangun Masyarakat Inklusif-Pluralis". Cetakan: I, September 2003.   secara terang-terangan mengusung keyakinan inklusif pluralis alias menyamakan semua agama, dan secara blak-blakan memang mereka sengaja membuka jati diri mereka bahwa meskipun mengaku Islam namun juga mengakui bahwa aqidah mereka berbeda.  &lt;br /&gt;Kalau mereka meyakini aqidah yang berbeda itu tanpa menyelewengkan pengertian ayat-ayat Al-Qur'an, As-Sunnah (Hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam), menghujat ulama, memelintir perkataan ulama, meninggikan tokoh-tokoh non Islam bahkan anti agama, dan menggiring umat ke filsafat yang tak punya landasan itu serta hanya untuk mereka 'nikmati' sendiri bukan dipropagandakan; maka urusannya masih sebatas urusan mereka. Urusan orang-orang tertentu dan terbatas yang lokasi kumpulnya di sekitar Ciputat, Pondok Indah, dan Utan Kayu Jakarta. Namun "aqidah yang berbeda" itu mereka pasarkan dengan cara-cara menyelewengkan pengertian ayat-ayat Al-Qur'an, As-Sunnah, menghujat ulama, memelintir perkataan ulama, meninggikan kedudukan dan suara serta tingkah tokoh-tokoh kafir bahkan sangat anti agama, mengekspose penyelewengan sebagian tokoh dijadikan sample/ contoh untuk dicarikan jalan keluarnya berupa penghalalannya, dan menggiring umat Islam untuk tidak meyakini Islam secara semestinya.  &lt;br /&gt;Hartono menganggap bahwa pruralisme,  adalah Propaganda kepentingan kafirin namun lewat jalur ilmu Islam praktis yakni Fikih inilah sebenarnya persoalan dalam pembicaraan ini. Namun kalau hanya dikemukakan bahwa itu upaya mengusung kepentingan orang kafir, lalu tidak disertai bukti-bukti hujjah yang nyata, maka persoalannya bisa mereka balikkan. Bahkan membalikkannya pun bisa pakai ayat atau hadits dengan disesuaikan dengan kepentingan mereka. Lalu khalayak ramai, kafirin plus sebagian umat Islam yang hatinya ada penyakitnya, bisa-bisa serta merta memberondongkan serangan yang menyakitkan, bukan sekadar kepada orang yang mengecam Paramadina namun bisa jadi terhadap Islam itu sendiri. &lt;br /&gt;Berhubung yang mengusung aqidah rusak berupa paham pluralisme agama, menyamakan Islam dengan agama-agama lain, itu bukan hanya tim 9 penulis FLA Paramadina, maka pemikiran, lontaran-lontaran, dan beberapa hal yang berkaitan dengan penyebaran paham pluralisme agama pun saya uraikan. Sehingga diharapkan buku ini akan bisa menguak sepak terjang mereka serta pola pikir dan kelicikan mereka .  &lt;br /&gt;Diringkas dari penuturan Hartono Ahmad Jaiz Jakarta, Selasa, 14 Rabi'ul Awwal 1425H / 4 Mei 2004 &lt;br /&gt;Komentar-Komentar Hartono dalam bukunya berjudul Menangkal bahaya JIL dan Fikih Lintas Agama.hal  56 - 59&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prof Dr. Nurcholish Madjid ” Umat Islam pun diperintahkan untuk senantiasa menegaskan bahwa kita semua, para pengikut Kitab suci yang berbeda-beda itu, sama-sama menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan sama-sama pasrah (muslimun) KepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR HARTONO&lt;br /&gt;Ini satu bentuk penyembunyian kebenaran, Sebab Allah Menegaskan dalam Al-Quran : At-Taubah: 29&lt;br /&gt;29.  Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[638]  Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dr. Alwi Shihab, Ketua Umum PKB ,” Prinsip lain yang digariskan oleh Al-Quran adalah pengakuan eksistensi orang-orang yang berbuat baik dalam setiap komunitas beragama dan dengan begitu , layak memperoleh pahala dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR HARTONO: ungkapan itu bertentangan dengan ayat-ayat Allah &lt;br /&gt;3:85.  Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-maidah 72.  Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ulil Abshar Abdallah (JIL)&lt;br /&gt;” Semua agama sama, Semuanya menuju jalan Kebenaran, Jadi Islam Bukan yang paling benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR HARTONO: Ungkapan ini bertentangan dengan ayat:&lt;br /&gt;Ali-Imram ; 85,Al-Baqarah : 147 dan Yunus 32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baqarah : 147&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2:147.  Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.&lt;br /&gt;Yunus :32.  Maka (Zat yang demikian) Itulah Allah Tuhan kamu yang Sebenarnya; Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hartono Buku Fikih Lintas Agama Paramadina tersebut tidak ilmiah , memalukan dan menghina serta melecehkan , sahabat Nabi terutama Abu Hurairah (FLA Hal 70) dan juga imam Asy-Syafi’i serta memutar balikan peryataan Ibnu Taimiyah. &lt;br /&gt; Bayangkan didalamnya terdapat pembolehan untuk hadir diupacara-upacara orang kafir. Landasannya diantaranya adalah hadirnya Yasser Arafat dan istrinya Suha di acara tengah malam di Gereja Saint Catherine di Betlehem, dan perayaan Natal di gereja yang sama, setelah mengikuti Teraweh di Mesjid dekat Gereja tersebut. (FLA hal 85). Lalu pada halaman yang sama Ketua MPR RI Amien Rais menghadiri perayaan Natal di Gereja Sentrum Tondano , Ibukota kabupaten Minahasa Sul-sel, 19 desember 2000. Komentae larangan untuk hadir pada acara keagamaan orang kafir terdapat pada ayat &lt;br /&gt;Al-Furqan ayat 72 dengan artinya ” Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu. &lt;br /&gt;  Teologi Pruralisme itu kafir, terhadap akidah pruralisme agama, Hartono membacakan petikan fatwa Lajnah Dailamah yang terdapat dalam disertasi Dr. Ahmad Al-Qadhi yang berjudul Da’watut Taqriib Bainal Adyan 4 jilid, terbitan Darul Jauzi, Damam Saudi Arabia, 1422 H intinya: ”Dan diantara Ushulil Islam (prinsip-prinsip Islam) bahwa wajid yakin kekafiran orang yang tidak masuk Islam, Yaitu Yahudi, Nasrani, dan lainnya, dan menamakan Kafir , Dia adalah musuh Bagi Allah, Rasul dan orang-oranga Mukmin dan dia termasuk ahli (penghuni tetap) neraka, sebagaimana firman Allah : Al-bayyinah 1 dan 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, &lt;br /&gt;6.  Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hartono ajaran semua agama adalah kepasrahan terhadap Tuhan konsepini adalah jiblakan dari ide Wilfred Cantwell Smith, bisa dilihat dalam buku berjudul The Meaning and end of Religion sama dengan konsep sekularisme Cak Nur yang dibuktika oleh Adian Ide menjiblak ide Harvey Cox , segi persamaan yang sangan asasi antar semua kitab suci adalah ajaran ketuhana Yang Maha Esa. Kita dapat bertanya pada Cak Nur dan kawan-kawan apakah konsep trinitas , Trimurti dapat disamakan dengan konsep keTuhanan dalam Konsep Tauhid Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;MESTIKAH BUNDA TERESA MASUK NERAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MURTHADHA MUTHAHHARI seorang Guru besar Unversitas Teheran , Arsitek Republik Islam Iran, dalam satu karyanya yang mendapat penghargaan UNESCO PBB, dalam bukunya yang berjudul ”MESTIKAH BUNDA TERESA MASUK NERAKA”? JIKA MANUSIA DICIPTAKAN UNTUK DIMASUKAN KEDALAM API NERAKA ATAU JIKA AKHIR KEDIAMAN KEBANYAKAN MANUSIA ADALAH NERAKA MAKA SESEORANG HARUS MENERIMA BAHWA MURKA TUHAN MENGGANTIKAN KASIHNYA&lt;br /&gt;Kesimpulan dari buku tersebut adalah: &lt;br /&gt;1. Keselamatan maupun kemalangan , keduanya memilki derajat dan tingkatan, apakah berkenaan dengan orang yang sama tingkatannya, maupun yang berbeda tingkatannya. Tingkatan dan perbedaan ini disebut derajat ”tingkatan naik: berkenaan  dengan  penghuni surga. Dan darakah ”tingkatan turun” berkenaan dengan penghuni neraka.&lt;br /&gt;2. Tidak berarti bahwa semua penghuni surga masuk surga sejak permulaannya, sebagaimana penghuni neraka juga tidak semuanya kekal didalamnya, kebanyakan penghuni surga adalah yang masuk surga setelah memjalani masa hukumannya terlebih dahulu, baik di alam barzah maupun di akhirat. Semua muslim non Syiah atau muslim  syiah harus mengetahui bahwa anggapan ia mati dengan akdah yang benar, Jika Allah melarang dia berbuat dosa, zalim, jahat , maka ia melewati tahap-tahap sulit dan menderita dan beberapa dosa memiliki bahaya lebih besar dan mungkin menyebabkan seseorang berada selamanya dineraka.&lt;br /&gt;3. Orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan akhirat, umumnya tidak melakukan berbagai perbuatan dengan niat yang membuat amalnya naik menuju Allah, dan karena mereka tidak melakukan perbuatan baik dengan niat tersebut , mereka tidak keatas menuju Allah dan akherat. Jadi mereka tidak naik menuju Allah dan tidak mencapai surga. Karena mereka tidak bergerak kesana&lt;br /&gt;4. Jika orang-orang beriman kepada Allah dan Akherat serta melakukan perbuatan baik dengan niat mencari kedekatan dengan Allah, dan dilakukan dengan iklash, perbuatan mereka diterima Allah dan mereka berhak memperoleh pahala dan surga, baik mereka itu muslim atau pun Non muslim.&lt;br /&gt;5. Non Muslim yang beriman kepada Allah dan akherat serta melakukan perbuatan baik dengan niat memcari kedekatan dengan Allah, tetapi tidak beragama Islam sehingga terhalang dari menjalankan program ilahi, maka perbuatan baik mereka diterima selama sesuai dengan program ilahi, seperti berbagai bentuk pengabdian kepada mahluk Allah, tetapi amal ibadah tampa dasar tidak dapat diteria dan serangkai penyimpangan yang berasal dari tak tersediannya program yang sempurna. &lt;br /&gt;6. Diterimanya program baik apakah itu muslim atau bukan n memiliki penyakit tertentu yang dapat merusak perbuatan baik tersebut, sumber segala penyakit adalah penolakan, pembakangan, keingkaran, kafir sengaja. Maka jika non muslim melakukan sejumlah perbuatan besar perbuatan baik dengan niat memdekatkan diri Kepada Allah,tetapi ketika kebenaran Islam dihadirka kepada mereka lalu mereka menolak dan membangkang serta mengabaikan kejujuran dirinya dan pencarian atas kebenaran , maka semua amal baiknya menjadi nihil dan sia-sia ” seperti debu yang tertiup angin kencang pada suatu hari berangin kencang.&lt;br /&gt;7.  Muslim dan semua muwahid (monoteis) yang benar, jika mereka berbuat tidak  &lt;br /&gt;     senonoh  dan melanggar serta menghianati aspek praktis program ilahi, berhak&lt;br /&gt;      mendapat hukuman yang sama dialam barzah dan pada hari keadilan, Dan  &lt;br /&gt;      adakalanya kerena beberapa dosa, seperti membunuh orang beriman tak berdosa    &lt;br /&gt;      dengan sengaja akan menerima hukuman yang abadi&lt;br /&gt;8.   Perbuatan yang baik orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari&lt;br /&gt;     Pengadilan, bahkan orang orang yang memnyekutukan Allah, akan diringankan &lt;br /&gt;     hukuman mereka dan adakalanya dihapus.&lt;br /&gt;9. kebahagiaan dan kemalangan sehubungan dengan syarat-syarat aktual dan kreatif,&lt;br /&gt;      bukan syarat-syarat konvensional dan buatan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-baqorah (2) : 62, Sesungguhnya orang-orang mukmin , orang-orang Yahudi ,orang-orang Nasrahi dan orang-orang shabiin ,siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian , dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari tuhan. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tiada pula mereka bersedih hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Alwi Shihab bahwa masalah yang sesungguhnya yang menyebabkan terjadinya perselisihan yang telah terwujud dalam sejarah hubungan muslim-kristen di Indonesia , pada dasarnya terletak pada sejarah panjang saling tidak percaya Masing-masing bersikukuh bahwa agamanyalah yang unik, superior, normatif, membawa keselamatan dan satu-satunya wahyu yang sah dari satu-satunya Tuhan. Dengan adanya pandangan dasar seperti itu, ketidak percayaan tumbuh dalam dan perselisihan hampir tidak terhindar&lt;br /&gt;Alwi Shihab Yang perlu digarisbawahi bahwa disini adalah apabila konsep pruralisme agama diatas hendak diterapkan di Indonesia maka ia harus bersyarat satu hal, yaitu komitmen yang kokoh terhadap agama masing-masing  Seorang pruralisme , dalam berinteraksi dengan aneka ragam agama, tidak saja dituntut untuk membuka diri, belajar dan menghormati mitra dialognya. Tapi yang terpenting ia harus comiited terhadap agama yang dianutnya. Hanya dengan sikap demikian dapat menghindari relativisme agama yang tidak sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika&lt;br /&gt;Dr. Nurcholish Madjid , menyatakan ,bahwa Islam di Indonesia:  adalah masalah kemajemukan. Pluralitas (kemajemukan) manusia adalah kenyataan yang telah menjadi kehendak Tuhan. Jika dalam kitab suci disebutkan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal dan mengharga&lt;br /&gt;QS 49:13  Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.  ,&lt;br /&gt; QS Hud (11) 118-119. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,  kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.&lt;br /&gt;QS, Al-Imran (3) : 85, “Dan barang siapa mengikuti agama selain al Islam (sikap pasrah kepada Tuhan) maka ia tidak akan diterima dan diakherat akan termasuk golongan yang merugi, penegasan bahwa beragama tanpa sikap pasrah itu tidak bermakna. Karenanya kwalitas tawakal, taqwa dan iklas dengan kesadaran berketuhanan adalah mutlak. Yang diwujudkan orang tersebut dalam tingkah laku sosialnya&lt;br /&gt;Non Muslim yang beriman kepada Allah dan akherat serta melakukan perbuatan baik dengan niat memcari kedekatan dengan Allah, tetapi tidak beragama Islam sehingga terhalang dari menjalankan program ilahi, maka perbuatan baik mereka diterima selama sesuai dengan program ilahi, seperti berbagai bentuk pengabdian kepada mahluk Allah, tetapi amal ibadah tampa dasar tidak dapat diterima dan serangkai penyimpangan yang berasal dari tak tersediannya program yang sempurna MENURUT. MURTHADHA MUTHAHHARI seorang Guru besar Unversitas Teheran , Arsitek Republik Islam Iran,&lt;br /&gt;Surat Al-baqorah (2) : 62, Sesungguhnya orang-orang mukmin , orang-orang Yahudi ,orang-orang Nasrahi dan orang-orang shabiin ,siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian , dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari tuhan. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tiada pula mereka bersedih hati. &lt;br /&gt;Kalau pendapat Teologi Pruralisme itu kafir, terhadap akidah pruralisme agama, Hartono membacakan petikan fatwa Lajnah Dailamah yang terdapat dalam disertasi Dr. Ahmad Al-Qadhi: ”Dan diantara Ushulil Islam (prinsip-prinsip Islam) bahwa wajid yakin kekafiran orang yang tidak masuk Islam, Yaitu Yahudi, Nasrani, dan lainnya, dan menamakan Kafir , Dia adalah musuh Bagi Allah, Rasul dan orang-oranga Mukmin dan dia termasuk ahli (penghuni tetap) neraka, sebagaimana firman Allah : Al-bayyinah 1 dan 6 , hal ini kita hargai saja. &lt;br /&gt;Karena semua pendapat yang berkembang harus kita hargai, adalah menjadi kewajiban kita semua untuk memahami pemikiran mereka. Dengan segala argumentasinya. Yang terpenting adalah hati boleh panas tapi kepala tetap dingin dan jangan sampai negara dan bangsa ini tercerai berai oleh iklim menganggap dirinya paling benar sendiri, Kebenaran absolut itu berasal dari Allah dan menjadi Kewajiban kita menjaga Ukhuwah Islamiah dan Hidup yang saling menghargai orang lain walaupun berbeda ras dan kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurut pendapat saya, ada satu yang dipercaya kristen , yang amat ditentang oleh islam, bahwa kristen menganggap nabi isa sebagak TUHAN, atau anak Tuhan, inilah inti agama, kalau beliau datang menjelang kiamat, apakah nabi isa atau Yesus mau disebut dengan TUHAN seperti sekarang ini? apakah seorang nabi mau disebut Tuhan oleh umatnya, kita tunggu saja jawaban beliau diakhir jaman.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahmi Huwaydi,. Demokrasi Oposisi dan masyarakat madani , Penerbit  Mizan  1996 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Alwi Shihab , Islam inklusif, menuju sikap Terbuka dalam beragama. Penerbit Mizan. 1998 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Nurcholish Madjid , Islam Dokrin dan Peradaban ,penerbit wakaf Paramadina, jakarta 1992. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartono Ahmad Jaiz , Menangkal Bahaya JIL DAN FLA, Pustaka Al-Kautsar, 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murtadha Muthhari, Mestikah Bunda Teresa Masuk Neraka . Penerbit Mizan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-QURAN  DAN TERJEMAHANNYA, DEPAG RI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-6840837622014377073?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/6840837622014377073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=6840837622014377073&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/6840837622014377073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/6840837622014377073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2009/07/pruralisme-di-banyak-pendapat.html' title='pruralisme di banyak pendapat'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-5783414171805516780</id><published>2009-04-09T22:15:00.001-07:00</published><updated>2009-04-09T22:15:29.341-07:00</updated><title type='text'>jalalain</title><content type='html'>&lt;a title="View Tafsir Jalalain on Scribd" href="http://www.scribd.com/doc/8158184/Tafsir-Jalalain" style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block; text-decoration: underline;"&gt;Tafsir Jalalain&lt;/a&gt; &lt;object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" id="doc_324985678457875" name="doc_324985678457875" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle" height="500" width="100%" &gt;  &lt;param name="movie" value="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=8158184&amp;access_key=key-2ogm42utyomjyc3mhk8p&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode="&gt;   &lt;param name="quality" value="high"&gt;   &lt;param name="play" value="true"&gt;  &lt;param name="loop" value="true"&gt;   &lt;param name="scale" value="showall"&gt;  &lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;   &lt;param name="devicefont" value="false"&gt;  &lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;   &lt;param name="menu" value="true"&gt;  &lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;   &lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;   &lt;param name="salign" value=""&gt;        &lt;embed src="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=8158184&amp;access_key=key-2ogm42utyomjyc3mhk8p&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode=" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_324985678457875_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle"  height="500" width="100%"&gt;&lt;/embed&gt;   &lt;/object&gt; &lt;div style="margin: 6px auto 3px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 12px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block;"&gt;    &lt;a href="http://www.scribd.com/upload" style="text-decoration: underline;"&gt;Publish at Scribd&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://www.scribd.com/browse" style="text-decoration: underline;"&gt;explore&lt;/a&gt; others:            &lt;a href="http://www.scribd.com/browse/Books/Religion-Spirituality" style="text-decoration: underline;"&gt;Religion &amp; Spiritual&lt;/a&gt;                  &lt;a href="http://www.scribd.com/tag/free" style="text-decoration: underline;"&gt;free&lt;/a&gt;              &lt;a href="http://www.scribd.com/tag/download" style="text-decoration: underline;"&gt;download&lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-5783414171805516780?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/5783414171805516780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=5783414171805516780&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/5783414171805516780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/5783414171805516780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2009/04/jalalain.html' title='jalalain'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-8336027901068528528</id><published>2009-04-09T22:10:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T22:12:16.899-07:00</updated><title type='text'>hidup bersama al quran</title><content type='html'>&lt;a title="View BAGAIMANA MEMAKNAI KEHIDUPAN on Scribd" href="http://www.scribd.com/doc/14118889/BAGAIMANA-MEMAKNAI-KEHIDUPAN" style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block; text-decoration: underline;"&gt;BAGAIMANA MEMAKNAI KEHIDUPAN&lt;/a&gt; &lt;object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" id="doc_467148709067470" name="doc_467148709067470" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle" height="500" width="100%" &gt;  &lt;param name="movie" value="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=14118889&amp;access_key=key-2isgdnp6qh230jtzm79d&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode="&gt;   &lt;param name="quality" value="high"&gt;   &lt;param name="play" value="true"&gt;  &lt;param name="loop" value="true"&gt;   &lt;param name="scale" value="showall"&gt;  &lt;param name="wmode" value="opaque"&gt;   &lt;param name="devicefont" value="false"&gt;  &lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;   &lt;param name="menu" value="true"&gt;  &lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;   &lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;   &lt;param name="salign" value=""&gt;        &lt;embed src="http://d.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=14118889&amp;access_key=key-2isgdnp6qh230jtzm79d&amp;page=1&amp;version=1&amp;viewMode=" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_467148709067470_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle"  height="500" width="100%"&gt;&lt;/embed&gt;   &lt;/object&gt; &lt;div style="margin: 6px auto 3px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 12px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block;"&gt;    &lt;a href="http://www.scribd.com/upload" style="text-decoration: underline;"&gt;Publish at Scribd&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://www.scribd.com/browse" style="text-decoration: underline;"&gt;explore&lt;/a&gt; others:            &lt;a href="http://www.scribd.com/browse/Books/Religion-Spirituality" style="text-decoration: underline;"&gt;Religion &amp; Spiritual&lt;/a&gt;                  &lt;a href="http://www.scribd.com/tag/muhammad" style="text-decoration: underline;"&gt;muhammad&lt;/a&gt;              &lt;a href="http://www.scribd.com/tag/kehidupan" style="text-decoration: underline;"&gt;kehidupan&lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-8336027901068528528?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/8336027901068528528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=8336027901068528528&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/8336027901068528528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/8336027901068528528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2009/04/hidup-bersama-al-quran.html' title='hidup bersama al quran'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-1038624201071922878</id><published>2008-07-12T13:18:00.000-07:00</published><updated>2008-07-12T13:19:11.913-07:00</updated><title type='text'>inspirated video</title><content type='html'>Be yourself and you will be success, love and love with all your heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/VkCFeNeqyHk&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/VkCFeNeqyHk&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/P0-9Xsf2Efo&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/P0-9Xsf2Efo&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/MsTyXvxjEY4"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/MsTyXvxjEY4" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/6jp0s1BxtN4&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/6jp0s1BxtN4&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/2cnRXmMn2Ag&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/2cnRXmMn2Ag&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-1038624201071922878?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/1038624201071922878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=1038624201071922878&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/1038624201071922878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/1038624201071922878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2008/07/inspirated-video.html' title='inspirated video'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-7906937250032007590</id><published>2008-01-03T10:55:00.001-08:00</published><updated>2008-01-03T10:55:58.843-08:00</updated><title type='text'>ISLAM IS SPREAD BY FORCE/SWORD?? SEE IT TO BELIEVE IT!</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/j-ew0Qs_kVo&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/j-ew0Qs_kVo&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-7906937250032007590?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/7906937250032007590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=7906937250032007590&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/7906937250032007590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/7906937250032007590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2008/01/islam-is-spread-by-forcesword-see-it-to.html' title='ISLAM IS SPREAD BY FORCE/SWORD?? SEE IT TO BELIEVE IT!'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-2448333100595391800</id><published>2008-01-03T10:52:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T10:53:53.167-08:00</updated><title type='text'>Why I was forced to convert to Islam!, i was a priest and now im a muslim</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/kCoPyeiM8RU&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/kCoPyeiM8RU&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-2448333100595391800?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/2448333100595391800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=2448333100595391800&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2448333100595391800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2448333100595391800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2008/01/why-i-was-forced-to-convert-to-islam-i.html' title='Why I was forced to convert to Islam!, i was a priest and now im a muslim'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-2397881210457831104</id><published>2008-01-03T10:50:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T10:51:38.222-08:00</updated><title type='text'>why i convert to be Islam , check this , whats his opinion,..</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/N48Ymna9q8k&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/N48Ymna9q8k&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-2397881210457831104?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/2397881210457831104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=2397881210457831104&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2397881210457831104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2397881210457831104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2008/01/why-i-convert-to-be-islam-check-this.html' title='why i convert to be Islam , check this , whats his opinion,..'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-8100443294172264721</id><published>2008-01-03T10:44:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T10:45:37.095-08:00</updated><title type='text'>see these miracles and you will convert to islam for sure</title><content type='html'>see these miracles and you will convert to islam for sure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/73EfykhtXsE&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/73EfykhtXsE&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-8100443294172264721?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/8100443294172264721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=8100443294172264721&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/8100443294172264721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/8100443294172264721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2008/01/see-these-miracles-and-you-will-convert.html' title='see these miracles and you will convert to islam for sure'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-5384329694843078653</id><published>2008-01-03T10:42:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T10:43:09.891-08:00</updated><title type='text'>A German Physician and His Wife Converted to Islam</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/LlOSQXzecv8&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/LlOSQXzecv8&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-5384329694843078653?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/5384329694843078653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=5384329694843078653&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/5384329694843078653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/5384329694843078653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2008/01/german-physician-and-his-wife-converted.html' title='A German Physician and His Wife Converted to Islam'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-5768860551727896150</id><published>2008-01-03T10:20:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T10:21:56.890-08:00</updated><title type='text'>USA girl ..why she convert to Islam, Angela Collins</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/63OkUcim8M0&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/63OkUcim8M0&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-5768860551727896150?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/5768860551727896150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=5768860551727896150&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/5768860551727896150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/5768860551727896150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2008/01/usa-girl-why-she-convert-to-islam.html' title='USA girl ..why she convert to Islam, Angela Collins'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-5297736759789223357</id><published>2008-01-03T10:18:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T10:19:51.561-08:00</updated><title type='text'>lovely girl from UK convert to Islam</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/L2ZGdM49iBM&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/L2ZGdM49iBM&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-5297736759789223357?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/5297736759789223357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=5297736759789223357&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/5297736759789223357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/5297736759789223357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2008/01/lovely-girl-from-uk-convert-to-islam.html' title='lovely girl from UK convert to Islam'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-6129279191718236346</id><published>2008-01-03T10:09:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T10:12:27.997-08:00</updated><title type='text'>Yusuf Estes</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/C8Unyg83194&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/C8Unyg83194&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/bNHVzeoKmVM&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/bNHVzeoKmVM&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Yusuf Estes embraced Islam at the age of 50 after meeting with a Muslim for the first time in his life. Until then, he had the belief that all Muslims were terrorists and bombers. He was a preacher and Christian musician minister as well as owner of several music stores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Yusuf, a former preacher against Islam despised having to meet with a Muslim but being a dutiful servant of the cross, he decided he would convert this Muslim who needed to be saved in the name of Jesus. However his encounter with this Muslim and the events that followed impacted him and his family greatly. Eventually he and his wife and children embraced Islam, as well as his father and stepmother.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since then Sheikh Yusuf Estes has been very active in the Muslim community he runs several Islamic websit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-6129279191718236346?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/6129279191718236346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=6129279191718236346&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/6129279191718236346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/6129279191718236346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2008/01/yusuf-estes.html' title='Yusuf Estes'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-7030411516166953416</id><published>2007-11-25T00:58:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T07:30:31.870-08:00</updated><title type='text'>Hadist Bukhari about medicine , and health</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sahih Bukhari hadist:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;narrated by Abu Hurairah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;The Prophet said,” there is no disease that Allah has created, except that He also has created its treatment”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Narrated by Aisha&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;The Prophet used to like sweet edible things and honey&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Narrated by Abu Huraira&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;I heard Allah Apostle saying “ there is healing in black cumin for all diseases except death&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Narrated by Abu Said Al-Khudri and Abu Huraira&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;The Prophet said,”No fatique, nor disease, nor sorrow, nor sadness, nor hurt, nor distress befalls a muslim, even if it were the prick he receives from the thorn, but that Allah expiates some of his sins for that&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Narrated by Aisha&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;(the wife of the Prophet) Allah’s Apostle said,”No calamity befalls a muslim but that Allah expiates some of his sins because of it, even though it were the prick he receives from a thorn&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Narrated By Abu Huraira&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Allah’s Apostle said,”If Allah wants to do good to somebody, He afflicts him with trials&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Narrated by Abdullah&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;I visited the Prophet during his ailments and he was suffering from a high fever, I said,: you have a high fever, is it because you will have a double reward for it?” He said, Yes, for no Muslim is afflicted with any harm but that Allah will remove his sins as the leaves of the tree fall down.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Narrated by Abu Huraira&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;A man came to Allah’s Apostle and said,”O Allah’s Apostle! Who is more entitled to be&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;treated with the best companionship by me?” The prophet said,” your Mother.” The man said, “Who is next ?” The Prophet said,”Your mother,” The man futher said, “who is next ?” The Prophet said, “Your mother,” The man futher said, “who is next?” The Prohet said, “ Your mother,” The man asked for the fourth time, “ Who is next?” The Prophet said, “Your father.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Narrated by Ibn ‘Abbas&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;The Prophet said,”There are two blessings which many people lose; (they are) Health and free time for doing good.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Narrated by Utban Bin Malik Al-Ansari&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Who was one of the men of the tribe of Bani Salim: Allah’s Apostle came to me and said,” If anybody comes on the Day of Resurrection who has said: La ilaha illal-lah, sincerely, with the intention to win Allah’s Pleasure, Allah will make the Hell fire forbidden for him.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=drlizaswebl-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=13&amp;amp;l=ur1&amp;amp;category=home&amp;amp;banner=1KCJXE8FXDSDTBZ6SWG2&amp;amp;f=ifr" width="468" height="60" scrolling="no" border="0" marginwidth="0" style="border:none;" frameborder="0"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-7030411516166953416?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/7030411516166953416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=7030411516166953416&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/7030411516166953416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/7030411516166953416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/hadist-bukhari-about-medicine-and.html' title='Hadist Bukhari about medicine , and health'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-7758393766988085395</id><published>2007-11-24T22:12:00.000-08:00</published><updated>2007-11-24T22:17:21.184-08:00</updated><title type='text'>secret of success</title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/BIM@CO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/BIM@CO%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="font-family:book antiqua,palatino;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;life is how you thanks and how you think (dr liza)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                                            &lt;p class="widget_options"&gt; &lt;a name="comment_widget_3zFB-iOqTPb2_JPAql9GPA"&gt;&lt;/a&gt; &lt;span id="comment_widget_3zFB-iOqTPb2_JPAql9GPA_move_icons" style="display: none;"&gt; &lt;a href="http://www.tagged.com/mypage.html?uid=12146357#" onclick="moveWidgetBottom(this, 2, 76205634); return false;" title="Move to bottom"&gt;&lt;img src="http://x.tagstat.com/images/widgets/widget_down_all.png" style="" height="11" width="11" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.tagged.com/mypage.html?uid=12146357#" onclick="moveWidgetTop(this, 2, 76205634); return false;" title="Move to top"&gt;&lt;img src="http://x.tagstat.com/images/widgets/widget_up_all.png" style="" height="11" width="11" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.tagged.com/mypage.html?uid=12146357#" onclick="moveWidgetDown(this, 2, 76205634); return false;" title="Move down"&gt;&lt;img src="http://x.tagstat.com/images/widgets/widget_down_one.png" style="" height="11" width="11" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;a href="http://www.tagged.com/mypage.html?uid=12146357#" onclick="moveWidgetUp(this, 2, 76205634); return false;" title="Move up"&gt;&lt;img src="http://x.tagstat.com/images/widgets/widget_up_one.png" style="" height="11" width="11" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="widget_copy"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="widget_content"&gt; &lt;a title="Cool MySpace Graphics at BlingCheese.com" href="http://www.blingcheese.com/" target="_blank"&gt;&lt;img alt="MySpace Graphics" src="http://i153.photobucket.com/albums/s235/revmyspace2/graphics/love/inspiration/a9ee8a5eb8144461f372fe92de8eba28.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-7758393766988085395?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/7758393766988085395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=7758393766988085395&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/7758393766988085395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/7758393766988085395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/secret-of-success.html' title='secret of success'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-8344132483733627159</id><published>2007-11-20T08:55:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T09:09:46.950-08:00</updated><title type='text'>islam, Allah . the question atheists usually ask regarding our believe in Allah,</title><content type='html'>&lt;table style="color: rgb(221, 236, 255);" align="center" border="1" cellpadding="3" cellspacing="1" width="99%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" valign="top"&gt;&lt;span class="style10"&gt;Where                Does the word "&lt;span class="style11"&gt;Allah&lt;/span&gt;" Come From? &lt;/span&gt;              &lt;p class="style5 style23"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt;&lt;em&gt;"Allah"&lt;/em&gt;                        &lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt; comes from the Arabic word &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 153);"&gt;"elah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; - (Arabic) means 'a god' or something that is worshipped. This word (elah) can be made plural, as in "aleha" and it can be male or female. "Allah" comes from "elaha" but it brings more clarification and understanding. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span style="color: rgb(129, 129, 129);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;                  &lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt;=&lt;/span&gt; Has no gender (not male and not                  female)&lt;br /&gt;              * "&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="style1"&gt;He&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(129, 129, 129);"&gt;&lt;strong&gt;" is used only out of respect and dignity - not for gender&lt;br /&gt;              &lt;span style="color: rgb(129, 129, 129);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt;                  = &lt;/span&gt;Always singular - Never plural&lt;br /&gt;              * "&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="style1"&gt;We&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(129, 129, 129);"&gt;&lt;strong&gt;" is used only as the "&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="style1"&gt;Royal WE&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(129, 129, 129);"&gt;&lt;strong&gt;" just as in English for royalty&lt;br /&gt;              &lt;span style="color: rgb(129, 129, 129);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt;                =&lt;/span&gt;Means "The Only One to be Worshipped"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;              &lt;td colspan="2" height="21" valign="top"&gt;&lt;span class="style5 style23"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 153);"&gt;Is "Allah" only for Islam and Muslims?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;              &lt;td colspan="2" height="91" valign="top"&gt;&lt;p class="style5 style23"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Allah"                  &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(129, 129, 129);"&gt;&lt;strong&gt;is the same                  word used by Christian and Jewish Arabs in the Bible, before Islam                  came. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style23"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(129, 129, 129);"&gt;On                  page one [1] of Genesis in the Old Testament, we find the word                  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 118, 174);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Allah"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(129, 129, 129);"&gt;                  seventeen [17] times.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td colspan="2" height="91" valign="top"&gt;&lt;div class="style5 style26" align="center"&gt;                               &lt;p&gt;&lt;a name="questions"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 153);"&gt;&lt;span class="style29"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Allah"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span class="style30"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style9"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 153);"&gt;The questions atheists usually ask regarding our belief in Allah or God, vary somewhat but, they are predictable. Let us consider a few:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;/div&gt;               &lt;ul class="style15"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#1"&gt;"If Allah (God) created everything - then who created God?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#2"&gt;"How can you believe in God&lt;/a&gt;, when you can't see, hear, touch, smell, taste or even imagine what He is?"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#3"&gt;"Can God do anything?"&lt;/a&gt; Examples: Could God die? Or can God make a rock so big that nothing can move it? - If He did make a rock so big, nothing could move it, does that mean that He couldn't move it too? Or would it be impossible for Him to make something so big that He couldn't move it?"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#4"&gt;"Where is God?"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#5"&gt;"Why did God create everything?"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#6"&gt;"Is God pure, good, loving and fair?&lt;/a&gt; - If so, then where does evil, hatred and injustice come from?"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#7"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;"Does God really have power of things?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; - If so, then why does He let people become sick, oppressed and die?"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#8"&gt;"Can you prove there is a God?"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#9"&gt;"Does God know everything that is going to happen?&lt;/a&gt; - Does He have absolute control on the outcome of everything? - If so, how is that fair for us? Where is our free will then?"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#10"&gt;"If there is only one God, then why are there so many religions?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#11"&gt;"How do you know that the Quran is really from God?"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#12"&gt;"Why does the Quran say "We" if Allah is only One?"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#13"&gt;Why does the Quran use "He" if there is no gender implied?" &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ul&gt;             &lt;p align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;             &lt;td colspan="2" height="93" valign="top"&gt;&lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 153);"&gt;&lt;a name="1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;1. "If God created everything - then who created God?"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Answer:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;blockquote&gt;                 &lt;p class="style5 style26" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;                  (Muslims - Remember to use the formula above - i.e.; "Thank you for asking me about my religion..." etc.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;/blockquote&gt;              &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;According to the Quran, Allah tells us that He is the only creator and sustainer of all that exists and that nothing and no one exists alongside Him, nor does He have any partners. He tells us that He is not created, nor is He like His creation in anyway. He calls Himself by a number of names and three of them are:&lt;/p&gt;               &lt;div class="style5 style9" align="justify"&gt;                 &lt;ul&gt;&lt;li class="style13"&gt;&lt;strong&gt;A) The First - (Al-Awal)&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="style13"&gt;&lt;strong&gt;B) The Last - (Al Akhir)&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="style13"&gt;&lt;strong&gt;C) The Eternal, who is sought after by His creation, while He has no need from them at all. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;(&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#"&gt;As-Samad&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;               &lt;/div&gt;              &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;He always has existed and He never was created, as He is not like His creation, nor similar to it, in any way.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9 style34" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="2" id="2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="style32"&gt;&lt;b&gt;2. "How can you believe in God, when you can't see, hear, touch, smell, taste or even imagine what He is?"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style9 style32" align="justify"&gt;Answer:&lt;/p&gt;               &lt;p class="style9 style32" align="justify"&gt;We know from the teachings of Muhammad, peace be upon him, that no one has ever actually seen God - at least not in this lifetime. Nor are we able to use our senses to make some kind of contact with Him. However, we are encouraged in Islam to use our senses and our common sense to recognize that all of this universe could not possibly come into existence on its own. Something had to design it all and then put it into motion. That is beyond our ability to do, yet it is something that we can understand.&lt;br /&gt;We don't have to see an artist to recognize a painting, correct? So, if we see paintings without seeing artists painting them, in the same way, we can believe that Allah created everything without having to see Him (or touch, or hear, etc.).&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                              &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;span class="style16"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="style13"&gt;&lt;a name="3" id="3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;3. "Can God do anything?&lt;/span&gt;&lt;span class="style13"&gt; - For example: "Can He make a rock so big that nothing can move it?" - If He did make a rock so big that nothing could move it, would that mean that He couldn't move it too? Or would it be impossible for Him to make something so big that He couldn't move it?"&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah tells us that "Allah is capable of doing anything that He Wills to do." He can make a rock (or anything for that matter) that is so large or heavy that nothing in the entire universe can move it. As regards Allah "moving" it, He is not in the universe and He does not resemble His creation. Therefore, Allah is never subject to the Laws of the Creation because He is both the Creator and the Law Giver. Whenever He wants anything done, He merely says "Qun! Faya Qun!" (Be! And so it will be!)&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;|&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style12" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="style13"&gt;&lt;a name="4" id="4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;4. "Where is God?"&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Some other religions teach that "God is everywhere." This is actually called "pantheism" and it is the opposite of our believe system in Islam. Allah tells us clearly that there is nothing, anywhere in the universe that resembles Him, nor is He ever in His creation. He tells us in the Quran that He created the universe in six "yawm" (periods of time) and then He "astawah 'ala al Arsh" (rose up, above His Throne). He is there (above His Throne) and will remain there until the End Times.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="5" id="5"&gt;&lt;/a&gt;5. "Why did God create everything?"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah says in His Quran that He did not create all of this for any foolish purpose. He tells us that He created us for the purpose of worshiping Him, Alone and without any partners.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="6" id="6"&gt;&lt;/a&gt;6. "Is God pure, good, loving and fair? - If so, then where does evil, hatred and injustice come from?"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah tells us that He is Pure, Loving, and absolutely Just in every respect. He says that He is the Best of Judges. He also tells us that the life that we are in is a test. He has created all the things that exist and He has created all that happens as well. There is nothing in this existence except what He has created. He also says in the Quran that He created evil (although He is not evil). He is using this as one of the many tests for us.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="7" id="7"&gt;&lt;/a&gt;7. "Does God really have power of things? - If so, then why does He let people become sick, oppressed and die?"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah has created all that we call the universe as a test for us. This is not our final destination. What we might consider to be "bad" or "good" could actually be quite the opposite. As regards oppression, this is something that Allah forbids for Himself to do to anyone and He hates it when anyone oppresses someone else. He does have absolute power over everything. He allows sickness, disease, death and even oppression so that we can all be tested in what we do.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;| &lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#top"&gt;&lt;/a&gt; |&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="8" id="8"&gt;&lt;/a&gt;8. "Can you prove there is a God?"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Can you prove that you exist? Yes, of course you can. You merely use your senses to determine that you can see, hear, feel, smell, taste and you have emotions as well. All of this is a part of your existence. But this is not how we perceive God in Islam. We can look to the things that He has created and the way that He cares for things and sustains us, to know that there is no doubt of His existence.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;Think about this the next time that you are looking up at the moon or the stars on a clear night; could you drop a drinking glass on the sidewalk and expect that it would hit the ground and on impact it would not shatter, but it would divide up into little small drinking glasses, with iced tea in them? Of course not.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;And then consider if a tornado came through a junkyard and tore through the old cars; would it leave behind a nice new Mercedes with the engine running and no parts left around? Naturally not.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;Can a fast food restaurant operate itself without any people there? That's crazy for anyone to even think about.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;After considering all of the above, how could we look to the universe above us through a telescope or observe the molecules in a microscope and then think that all of this came about as a result of a "big bang" or some "accident?"&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;(see also "&lt;a href="http://islamtomorrow.com/quran.asp"&gt;Quran&lt;/a&gt;")&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;| &lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#top"&gt;&lt;/a&gt; |&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="9" id="9"&gt;&lt;/a&gt;9. "Does God know everything that is going to happen? - Does He have absolute control on the outcome of everything? - If so, how is that fair for us? Where is our free will then?"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah Knows everything that will happen. The first thing that He created was the "pen" and He ordered the pen to write. The pen wrote until it had written everything that would happen. And then Allah began to create the universe. All of this was already known to Him before He created it. He does have absolute and total control at all times. There is nothing that happens except that He is in control of if.&lt;br /&gt;There is a mistake in the question: "Free Will." Allah alone, has Free Will, He Wills whatever He likes and it will always happen as He wills. We have something called, "Free choice." The difference is that what Allah "Wills" always happens and what we choose may or may not happen. We are not being judged on the outcome of things, we are being judged on our choices. This means that at the core of everything will always be our intentions. Whatever we intended, is what we will have the reward for. Each person will be judged according to what Allah gave them to work with, how they used it and what they intended to do with it.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;As regards the actual "Judgment Day" - Allah tells us that everything we are doing is being recorded and not a single tiny thing escapes from this record. Even an atom's weight of good will be seen on the Day of Judgment and even a single atom's weight of evil will be seen too.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;The one who will bring the evidences against us will be ourselves. Our ears, tongue, eyes and all of our bodies will begin to testify against us in front of Allah on the Day of Judgment. None will be oppressed on that Day, none will be falsely accused.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;He could have put everyone in their respective places from the very beginning, but the people would complain as to why they were thrown in Hell without being given a chance. This life is exactly that; a chance to prove to ourselves who we really are and what we would really do if we indeed had a free choice.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;Allah Knows everything that will happen, but we don't. That is why the test is fair.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;| &lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#top"&gt;&lt;/a&gt; |&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="10" id="10"&gt;&lt;/a&gt;10. "If there is only one God, then why are there so many religions?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah does not force anyone to submit to Him. He has layed out a clear path and then made it known to them the two ways (Heaven or Hell). The person is always free to make his or her own choice. There is not complusion in the way of "Islam." Whoever choses to worship Allah without partners and is devoted to Him and is obeying His commands as much as possible, has grasped the firm handhold that will never break. Whoever denies God and choses some other way to worship or not to believe at all, for them there is an eternal punishment that is most horrible (Hell).&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;All religions originated with Allah and then people began to add or take away from the teachings so as to take control over each other. Man made religions are an abomination before the Lord and will never be accepted. He will only accept true submission, obedience and in purity and peace to His commandments.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;|&lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#top"&gt;&lt;/a&gt; |&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="11" id="11"&gt;&lt;/a&gt;11. "How do you know that the Quran is really from God?"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;Muslims have something that offers the most clear proof of all - The Holy &lt;a href="http://islamtomorrow.com/quran.asp"&gt;Quran&lt;/a&gt;. There is no other book like it anywhere on earth. It is absolutely perfect in the Arabic language. It has no mistakes in grammar, meanings or context. The scientific evidences are well known around the entire world, even amongst non-Muslim scholars. Predictions in the Quran have come true; and its teachings are clearly for all people, all places and all times. No one has been able to produce a book like it, nor ten chapters like it, nor even one chapter like it. It was memorized by thousands of people during the lifetime of Muhammad, peace be upon him, and then this memorization was passed down from teacher to student for generation after generation, from mouth to ear and from one nation to another. Today every single Muslim has memorized some part of the Quran in the original Arabic language that it was revealed in over 1,400 years ago, even though most of them are not Arabs. There are over nine million (9,000,000) Muslims living on the earth today who have totally memorized the entire Quran, word for word, and can recite the entire Quran, in Arabic just as Muhammad, peace be upon him, did 14 centuries ago.&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;| &lt;/span&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;|&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="12" id="12"&gt;&lt;/a&gt;12. "Why does it say "WE" in Quran when referring to God (Allah)?"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;This is a good question and one that Bible readers have also asked about. The term "We" in the Bible and in the Quran is the royal "We" - as an example when the king says, "We decree the following declaration, etc." or, "We are not amused." It does not indicate plural; rather it displays the highest position in the language. English, Persian, Hebrew, Arabic and many languages provide for the usage of "We" for the royal figure. It is helpful to note the same dignity is given to the person being spoken to in English. We say to someone, "You ARE my friend." Yet the person is only one person standing there. Why did we say "ARE" instead of "IS"? The noun "you" is singular and should therefore be associated with a singular verb for the state of being, yet we say, "are." The same is true for the speaker when referring to himself or herself. We say, "I am" and this is also in the royal plural, instead of saying, "I is."&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;| &lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#top"&gt;&lt;/a&gt; |&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style13 style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name="13" id="13"&gt;&lt;/a&gt;13. "Why does Quran say "He" when referring to God (Allah) if God is not having gender?" &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Answer: &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p class="style5 style9" align="justify"&gt;This is similar to the above answer. The word "He" is used when referring to Allah out of respect, dignity and high status. It would be totally inappropriate to use the word "it" and would not convey the proper understanding of Allah being who Allah is; Alive, Compassionate, Forgiving, Patient, Loving, etc. It is not correct to associate the word "He" with gender, as this would be comparing Allah to the creation, something totally against the teaching of Quran.&lt;/p&gt;             &lt;p class="style5 style9" align="right"&gt;&lt;span class="style5 style9 style34"&gt;| &lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#questions"&gt;Back to Questions&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://islamtomorrow.com/allah.asp#top"&gt;Top of Page&lt;/a&gt; |&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;             &lt;td colspan="2" height="91" valign="top"&gt;&lt;p class="style13 style32 style26" align="center"&gt;&lt;strong&gt;[Do you have questions about Allah?] &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="style32 style26" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Visit other pages on this subject:&lt;br /&gt;            &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://islamtomorrow.com/islam/allah.htm"&gt;&lt;span class="unnamed1"&gt;http://islamtomorrow.com/islam/allah.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-8344132483733627159?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/8344132483733627159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=8344132483733627159&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/8344132483733627159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/8344132483733627159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/where-does-word-allah-come-from-allah.html' title='islam, Allah . the question atheists usually ask regarding our believe in Allah,'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-2637991138557795716</id><published>2007-11-20T02:45:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T02:47:09.325-08:00</updated><title type='text'>I MISS YOU</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/W20Lom9nXsk&amp;amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/W20Lom9nXsk&amp;amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISS THE RAIN FALL&lt;br /&gt;LIKE TEARS FALL FROM THE EYES&lt;br /&gt;LOVE YOU WHEREEVER YOU ARE&lt;br /&gt;GOOD BYE FOREVER&lt;br /&gt;LOVE DONT NEED TO OWN&lt;br /&gt;YOU ARE ALWAYS IN MY MEMORY&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-2637991138557795716?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/2637991138557795716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=2637991138557795716&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2637991138557795716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2637991138557795716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/i-miss-you.html' title='I MISS YOU'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-6131732762734601973</id><published>2007-11-12T07:03:00.001-08:00</published><updated>2007-11-12T07:03:54.843-08:00</updated><title type='text'>MATERI UJIAN AKHIR NASIONAL</title><content type='html'>Seharusnya Ujian Akhir Nasional dapat menjadi acuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, bukannya menjadi ajang demo dan protes ataupun menjatuhkan siswa, Guru, murid, sekolah, orang tua dan masyarakat, diajak untuk meningkatkan kreatifitas dan kemampuan nalar, membahas soal-soal UAN sejak kelas satu. mungkin pemerintah juga harus mau dan sadar diri, mengembangkan kurikulum yang berdasarkan evaluasi yang bijak dan bukan hanya kebijakan pendidikan yang bersifat politis saja, tapi juga harus melihat semua aspek pendidikan kita, agar dapat membentuk siswa yang mempunyai karakter building yang baik secara emosional, spiritual dan kognitif&lt;br /&gt;Soal bahasa Indonesia SMP klik &lt;a href="http://puspendik.com/bankdata/pm07/SMP/Bahasa%20Indonesia.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;\&lt;br /&gt;Soal bahasa inggris SMP klik &lt;a href="http://puspendik.com/bankdata/pm07/SMP/Bahasa%20Inggris.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soal Matematika SMP klik &lt;a href="http://puspendik.com/bankdata/pm07/SMP/Matematika.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bahasa Indonesia SMA klik &lt;a href="http://puspendik.com/bankdata/pm07/SMA/Bahasa%20Indonesia%20IPA-IPS.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soal Matematika SMA klik &lt;a href="http://puspendik.com/bankdata/pm07/SMA/Matematika.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soal Bahasa Ingris SMA klik &lt;a href="http://puspendik.com/bankdata/pm07/sma/Bahasa%20Inggris.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-6131732762734601973?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/6131732762734601973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=6131732762734601973&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/6131732762734601973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/6131732762734601973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/materi-ujian-akhir-nasional.html' title='MATERI UJIAN AKHIR NASIONAL'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-4706221568497236880</id><published>2007-11-11T20:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T12:07:47.256-08:00</updated><title type='text'>STRESS , PENELITIAN IBADAH DAN PENYAKIT JIWA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Rzh2SunqxAI/AAAAAAAAADw/SNfZCmL4zXs/s1600-h/Allah.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Rzh2SunqxAI/AAAAAAAAADw/SNfZCmL4zXs/s320/Allah.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131981839512814594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;a href="http://doctorliza.blogspot.com/2007/11/ibadah-dan-penanggulangan-stress.html"&gt;penelitian ibadah dan Penanggulangan stress&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada beberapa penelitian terhadap gangguan Psikosomatik , antara lain di RSCM, mengenai hubungan antara gejala ansietas , depresi dengan angka kesakitan pada kelainan dyspepsia, dengan hasil sebagai berikut: angka kejadian ansietas, dan depresi pada pasien dyspepsia non ulkus (dyspepsia non tukak lambung) dari penelitian Harsal A tahun 1991 di RSCM ditemukan angka 80 % ansietas 57,7 % depresi dan 51,9 % ansietas-depresi pada 52 pasien yang dyspepsia non ulkus . Penelitian menunjukan bahwa terjadinya ansietasm dan depresi pada pasien dispesia non ulkus di RSCM adalah hal yang berhubungan erat dengan masalah anak (30%), hubungan antar manusia (27%), persoalan suami/istri dalam perkawinan (23%) dan masalah dalam pekerjaan (21%). (Mujaddid, 2001:706)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sedangkan penelitian yang lain adalah melihat korelasi antara Sholat tahajud dan pengaruhnya dalam meningkatkan imunitas tubuh atau kekebalan tubuh , penelitian diarahkan secara empiris yaitu dengan pemeriksaan Kortisol sebelum sholat tahajud dilaksanakan dan setelah sholat tahajud dilaksanakan setelah 2 bulan, bagaimana pengaruhnya terhadap penurunan hormone stress yaitu kortisol, penelitian ini dilaksanakan oleh Moh Sholeh untuk mendapatkan gelar doctor (2006 :189). Menurutnya salat tahajud dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperbaiki respons emosional positif dan mengefektifkan coping, dapat memperbaiki daya tahan tubuh imunologik dan menghilangkan nyeri penyakit kanker, dan hormon kortisol dipakai sebagai indikator keiklasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dr. Muhammad Munib dan kawan-kawan dari Turki juga melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein , total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan , kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat (Ash-Shawi .2006:85-86)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penelitian tentang doa dan zikir telah banyak dilakukan antara lain menurut Hawari:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -30pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1. Penelitian yang dilakukan oleh Comstock , GW dan kawan-kawan (1972) seperti yang termuat dalam Journa of Chronic Diseases, menyatakan bahwa bagi mereka yang melakukan kegiatan keagamaan secara teratur disertai doa dan zikir , ternyata risiko kematiannya akibat jantung koroner lebih rendah 50 %, sementara kematian akibat emphisema (paru-paru ) lebih rendah 56 % , kematian akibat penyakit hati (cirrhosis hepatis) lebih rendah 74 % dan kematian akibat bunuh diri lebih rendah 53 %.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -30pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Penelitian yang dilakukan ilmuwan Larson dan kawan-kawan (1989) terhadap pasien dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi dibandingkan dengan kelompok (bukan pasien hipertensi), diperoleh kenyataan bahwa komitmen agama kelompok kotrol lebih baik dan dikemukakan bahwa kegiatan agama seperti doa, zikir mencegah seseorang dari hipertensi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -30pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Penelitian Levin dan Vanderpool (1989) demikian pula terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah , bahwa kegiatan agama akan memperkecil risiko menderita penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari beberapa hasil penelitian yang ada belum ada yang memberi perhatian khusus menyelidiki secara simultan terhadap pengaruh motivasi beribadah yang terdiri dari sholat, zikir shodaqoh , haji, puasa secara bersama-sama yang kemudian dicari hubungannya terhadap pengaruh psikis seseorang. Karena penelitian yang ada sifatnya lebih secara empiris , melihat angka kejadian ancietas terhadap terjadinya penyakit kelainan pada saluran percernaan yaitu dyspepsia, atau penelitian empirik puasa dengan kadar kandungan protein , lemak , glukosa darah. Yang sebagian besar mengarah kepada keadaan fisik seseorang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karenanya penulis berkeinginan melaksanakan penelitian lebih mendalam untuk mencari hubungan antara motivasi beribadah dan penanggulangan stress terhadap pencegahan terhadap gangguan psikosomatik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. motivasi beribadah mencakup hal-hal sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1. Attention, perhatian terhadap ibadah, bagaimana frekwensinya, persistensinya, apa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kandungan maknaannya, bagaimana adakah perhatiaannya terhadap ibadah . &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Relevansinya, motivasi ibadahnya dengan kebutuhannya, apakah ibadah dapat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;memenuhi kebutuhan rohani, jasmani, spiritual, bagaimana manfaatnya secara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;pribadi atau terhadap orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Confidence. Kepercayaan bahwa ibadah yang dilakukannya dapat meningkatkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;percaya diri, bahwa ia mampu menjalani kehidupan ini, mengatasi masalah dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tekanan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Satisfaction (kepuasan), Motivasi ibadah dapat memberikan kepuasan, kepada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;seseorang karena ia dapat memjadi sehat, jasmani, rohani dan akal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;a name="4386033587625829971"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://doctorliza.blogspot.com/2007/11/ibadah-dan-stress.html"&gt;Ibadah dan stress&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Manusia adalah mahluk somato-psiko-sosial-spiritual, yang terdiri dari fisik, jiwa , spiritual, dan mahluk yang harus berinteraksi secara sosial dengan orang lain yang keempatnya saling berinteraksi karena unsur-unsur tersebut saling berkait, dan saling mempengaruhi sejak saat pembuahan sampai akhir hayatnya. Semua permasalahan yang timbul harus dicari keterkaitannya dengan melihat keempat unsur tersebut, agar pemecahannya masalah manusia lebih optimal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bila permasalahan yang timbul hanya dilihat satu aspek saja , sedang ke-3 yang lain tidak diperhatikan , maka pemecahan masalah tidak akan berjalan secara sempurna . pendekatan seperti ini disebut pendekatan holistik.yang mempertimbangkan dan memperhatikan manusia dalam 4 unsur secara keseluruhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penyembuhan seseorang akibat gangguan psikosomatik ini tidak hanya berupa obat-obatan yang disesuaikan dengan gejala yang timbul tapi juga dengan menganjurkan pola hidup yang baik, olah raga, menyalurkan hobi, dan yang juga sangat penting adalah meningkatkan ibadah. Dengan peningkatan motivasi beribadah dan sikap beribadah, maka pasien akan memperkuat mental dan psikisnya , dan mendapat ketenangan. Dengan mengingat Allah maka harinya akan menjadi tenang dan tentram seperti &lt;span class="gen"&gt;Dalam Al-Quran surat Al-Rad (13:28) Allah berfirman. (yaitu) &lt;i&gt;orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Hawari Ada beberapa pengelolaan terhadap stress, yaitu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1. Olah raga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Rekreasi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Sosial ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5. Menghindari Rokok&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;6. Pergaulan/Silaturahmi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;7. Tidur yang cukup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;8. Makanan yang seimbang dan teratur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;9. Pengelolaan waktu yang baik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;10. Agama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Motivasi adalah kecenderungan yang timbul pada seseorang untuk melakukan sesuatu aksi atau tindakan dengan tujuan tertentu yang dikehendakinya. Dengan motivasi, kita akan mengukur prilaku orang tersebut , bagaimana ia memberi perhatian, mengetahui relevansi antara motivasi dan kebutuhannya, kepercayaan dirinya dan hasil yang dirasakannya setelah ia melaksanakan motivasi, yang kemudian oleh peneliti di nilai sikap dan prilakunya .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah adalah amalan yang diniatkan untuk berbakti kepada Allah SWT, dengan menjauhi laranganNya dan melaksanakan perintahNya, yang pelaksanaanya diatur, secara syariah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi perilaku Ibadah adalah sikap seseorang untuk berbakti kepada Allah untuk mencapai tujuan hidupnya, yaitu mendapat ridho Allah..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagaimana kita menanggulangi stress agar terhindar dari psikosomatik , adalah dengan beribadah yang iklash. Allah berfirman dalam Al-Quran ” Katakanlah ,&lt;i&gt;’Sesungguhnya Shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam&lt;/i&gt; ” (al-An’amm:162)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;QS Az-zumar 39:2. &lt;i&gt;Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gangguan psikosomatik adalah gangguan atau penyakit dengan gejala-gejala yang menyerupai penyakit fisis dan diyakini adanya hubungan yang erat antara suatu peristiwa psikososial tertentu dengan timbulnya gejala-gejala tersebut (IPD Mudjaddid, Shatri,, 684).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gangguan psikosomatik tidak terlepas dari berbagai stresor psikososial dimana setiap keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang, sehingga ia harus menyesuaikan diri menanggulangi segala perubahan yang timbul, dan jenis-jenis stresor yang timbul misalnya: (1) stresor sosial seperti masalah pekerjaan, masalah ekonomi, masalah pendidikan, masalah keluarga, hubungan interpersonal, perkembangan, penyakit fisik, masalah kekerasan rumah tangga (2) stresor psikis seperti perasaan rendah diri, frustasi., malu, merasa berdosa. (3) stresor fisis (panas, dingin, bising, bau yang menyengat, banjir) dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Stress menurut Hans Selye seorang ahli fisiologi dari Universitas Montreal merumuskan bahwa stress adalah tanggapan tubuh yang sifatnya nonspesifik terhadap tuntutan atasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Dadang Hawari, istilah stress dan depresi sering kali tidak dapat dipisahkan, setiap permasalahan kehidupan yang menimpa seseorang (disebut stresor psikososial) dapat menyebabkan gangguan fungsi/faal organ tubuh. Reaksi tubuh (fisik) ini disebut stress, dan manakala fungsi organ-organ tubuh tersebut sampai terganggu dinamakan distress. karena stress tidak dapat dihindari yang penting bagaimana manusia itu dapat menyikapi hidupnya tampa harus mengalami distress.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Hawari, 1998:44) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Kegelisahan adalah pangkal dari stress, menurut Hans Selye &lt;/span&gt;Stress may also be defined as "the sum of physical and mental responses to an unacceptable disparity between real or imagined personal experience and personal expectations.(Stress juga dapat diartikan sebagai sejumlah respon fisik dan mental yang tidak diharapkan karena ketidak seimbangan antara yang terjadi atau yang di angankan dengan yang diharapkan" Gejala fisik yang terjadi dapat akut atau kronik (Wikipedia, the free encyclopedia)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam mengahadapi stress, respon tubuh terhadap perubahan tersebut dapat dibagi menjadi 3 fase (1)Alarm reaction (reaksi peringatan), pada fase ini tubuh dapat mengatasi stressor (perubahan) dengan baik&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;(2)The Stage of resisten (reaksi pertahanan), reaksi terhadap stresor sudah melampaui tahap kemampuan tubuh. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada keadaan ini sudah dapat timbul gejala psikis dan somatic&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;(3)Stage of Exhaustion (reaksi kelelahan). Pada fase ini gejala-psikosomatik tampak jelas&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:8;" lang="SV" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dasar-dasar psikopatofisiologi , gangguan psikis/konflik emosi yang menimbulkan gangguan psikosomatik ternyata juga diikuti dengan perubahan fisiologis dan biokemis pada tubuh seseorang, dan perubahan fisiologi ini berkaitan erat dengan adanya gangguan sistem syaraf outonom vegetatif, sistem endokrin dan sistem imun &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(E. Mudjaddid, Hamzah, IPD ,686)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan spikis antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dispepsia      Fungsional &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hipertensi      esensial. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Asma bronkiale &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Depresi ,      merupakan gangguan afektif yang ditandai dengan adanya mood depresi      (sedih). Hilang minat dan mudah lelah. Pada umumnya pasien datang ke      klinik penyakit dalam dengan keluhan somatik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ansietas merupakan      kecemasan yang berlebihan dan lebih bersifat subyektif. Pada umumnya      pasien datang ke poliklinik dengan keluhan somatik, dengan gejala cemas      berlebihan, subyektif , tidak realistis. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nyeri Psikogenik      adalah keluhan nyeri yang penyebabnya bukan penyebab penyakit organik      ditemukan gejala nyeri tampa kelainan organ yang jelas misalnya nyeri      kepala, migren, mialgia, atralgia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Motivasi dan sikap beribadah yang iklash dapat dijadikan alternatif sebagai psikoterapi suportif yang dapat mestabilkan hormon stress yang biasanya terpicu dalam jumlah banyak ketika stresor yang datang bertubi-tubi dan menyebabkan gejala-gejala psikosomatik. Sebelum gejala tersebut berkepanjangan, pasien di motivasi untuk mempertinggi ibadahnya sehingga selain diberikan pengobatan somatoterapi, maupun manipulasi lingkungan juga kita memberi beberapa tuntunan Ibadah seperti menjalankan solat 5 waktu tepat waktu, solat tahajud pada sepertiga malam terakhir, puasa sunah , zikir dan sodaqah. Nasehat secara verbal dapat memberi support kepada pasien agar dapat menjalankan hidup ini lebih rileks dan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan memberikan motivasi yang dapat menimbul motivasi intrinsik dari diri sendiri iklash menjalankan ibadah seperti yang diperintahkan dalam rukun Islam seperti Shallat, puasa, zikir, zakat dan shodaqah, haji dengan iklash diharapkan hati ini dapat menjadi lebih tenang, ketenangan akan menanggulangi stress dan pencegahan terhadap psikosomatik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Beribadah adalah pengakuan kita terhadap Allah , dimana kita bergantung hanya pada satu yaitu Allah yang menciptakan manusia , dunia, dan alam semesta. Dengan pengakuan ini, timbulkan rasa aman dalam jiwa manusia bahwa ada pendukung hidupnya yang amat dekat, yang tidak akan pernah membuatnya sedih. QS, At-Taubah :40 &lt;i&gt;....La tahzan Innalaha Ma’ana&lt;/i&gt;, ”&lt;i&gt;janganlah kamu bersedih sesugguhnya Allah berserta kita”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam beribadah kita memerlukan motivasi motivasi menggerakkan sikap, tampa ada motivasi yang didasari keiklasan, apalagi semata-mata hanya menjalankan kewajiban, maka ibadah tersebut menjadi kering tampa makna. Bila kita membaca Quran tampa mengerti artinya , nasehat Allah kepada kita tidak akan masuk dalam dalam hati maupun jiwa kita.Bila tidak tertanam dalam jiwa, bagaimana mengamalkannya? Dalam Surah Fushilat :44 Allah berfirman”Qul huwa lil ladziina aamanuu hudaw wa syifaa ” yang artinya ” katakanlah :”Al-quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman”(QS, 41;44)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan memberikan motivasi yang dapat menimbul motivasi intrinsik dari diri sendiri iklash menjalankan ibadah seperti yang diperintahkan dalam rukun Islam seperti Shallat, puasa, zikir, zakat dan shodaqah, haji dengan iklash diharapkan hati ini dapat menjadi lebih tenang, ketenangan akan menanggulangi stress dan pencegahan terhadap psikosomatik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;h2&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;a href="http://doctorliza.blogspot.com/2007/11/stress-dan-penyakit-jiwa.html"&gt;stress , dan penyakit Jiwa&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h3&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;Hidup ini penuh dengan segala cobaan jadi tidak mungkin hanya tidur, makan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;tampa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bekerja, tidur kebanyakan juga bisa stress, kebanyakan kerja juga bisa stress, jatuh cinta enggak kesampaian juga bisa stress. hari ini jumat taggal 9 november , saya dan staf saya berkunjung ke rumah pasien-pasien yang menderita gangguan kejiwaan, beberapa dari mereka menunjukan hal yang menggembirakan, karena ada yang menderita skizofrenia , sekarang sudah bisa sembuh walaupun dalam pengawasan obat dan rawat jalan, alhamdulillah 2 dari penderita skizofrenia ada yang sudah menikah tahun ini dan sedang hamil. keberhasilan pengobatan adalah disebabkan berbagai faktor , yaitu pengobatan yang intensif, dukungan dari keluarga dan masyarakat. semakin dini pengobatan, makin prognosis nya makin baik.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-4706221568497236880?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/4706221568497236880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=4706221568497236880&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/4706221568497236880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/4706221568497236880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/stress-penelitian-ibadah-dan-penyakit.html' title='STRESS , PENELITIAN IBADAH DAN PENYAKIT JIWA'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Rzh2SunqxAI/AAAAAAAAADw/SNfZCmL4zXs/s72-c/Allah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-2089726877470204520</id><published>2007-11-11T19:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T12:07:47.692-08:00</updated><title type='text'>Hati, Qalb dalam konteks Al-Qazali dan sufisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Rzh3h-nqxBI/AAAAAAAAAD4/uYSzWO9Tj8U/s1600-h/muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Rzh3h-nqxBI/AAAAAAAAAD4/uYSzWO9Tj8U/s320/muhammad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131983201017447442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;a href="http://doctorliza.blogspot.com/2007/11/hati-manusia-dalam-sufisme.html"&gt;Hati Manusia dalam sufisme&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hati adalah hati spiritual, contohnya , kita menyebut seseorang yang tulus dan berniat baik sebagai seseorang yang memiliki hati. Hati menurut Frager yang juga seorang musyid sufi dan profesor psikologi pada institute of Transpersonal Psychology , California setelah islam bernama Syekh Raqib al-jerahi, bahwa hati menyimpan percikan roh ilahi didalam diri kita . Karenanya, hati adalah kuil Tuhan . Rumah cinta tersebut disebut hati, Cinta adalah dasar disiplin spiritual sufi.(Frager, Syekh Raqib al-jerahi, 2003:30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Qalbu atau hati manusia itu menurut Ahmad Tafsir seperti lilin yang menyala, mulanya nyala itu kecil saja. Lilin menyala itu terletak dalam sirr, sirr itu dalam lubb, lubb itu didalam syaghaf , syafgaf itu didalam fu’ad dan fu’ad itu didalam qalb (kalbu ) dan seterusnya.(Tafsir,2006:29)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Hadist , bahwa Rasulullah bersabda dalam hadist qutsi : ” aku jadikan pada manusia itu ada istana (qash). Didalam istana itu ada (shadr) , didalam shadr itu ada kalbu (qalb), didalam qalb itu ada Fu’ad , didalam fu’ad itu ada syaghaf, didalam syaghaf itu ada lubb, didalam lubb ada sirr, dan didalam sirr itu ada aku (Ana). Susunan itu lebih jelas dalam gambar diatas. Hadist ini menjelaskan bahwa aku menjadi inti. Aku didalam hadist ini adalah Allah yang bersifat Ilahiyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut al-tirmidzi, hati memiliki empat stasiun : dada, hati, hati-lebih-dalam, dan lubuk hati terdalam. Keempat stasiun ini saling bersusun bagaikan sekumpulan lingkaran. Dada adalah lingkaran terluarnya, hati dan hati-lebih-dalam berada pada kedua lingkaran tengah, sedangkan inti dari hati terletak di pusat lingkaran.(Frager, Syekh Raqib al-jerahi,2003:57)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ditambahkan lagi menurut Frager, bahwa tiap-tiap stasiun mewadahi cahaya sendiri. Dada mewadahi cahaya alamiah dari bentuk praktik setiap agama, hati mewadahi cahaya iman. Hati-lebih-dalam mewadahi cahaya makrifat, atau pengetahuan akan kebenaran spiritual. Lubuk-hati-terdalam mewadahi cahaya, cahaya kesatuan dan cahaya keunikan, yang merupakan wajah Ilahi. Tiap-tiap stasiun juga dikaitkan dengan tingkat spiritual yang berbeda-beda, tingkat pengatahuaan serta pemahaman yang berbeda, juga tingkat nafs yang berbeda (Frager 2003:58)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tabel 2. Perbedaan Dada, Hati, Fuad dan Lubb&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.35pt;" width="140"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dada&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101.65pt;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="136"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hati-lebih-dalam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;color:windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lubuk-hati-terdalam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="140"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cahaya alamiah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101.65pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="136"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cahaya iman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cahaya   makrifat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Cahaya   kesatuan dan keunikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="140"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pencarian &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101.65pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="136"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Beriman &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Arif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bersatu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="140"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengetahuan   tentang tindakan yang benar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101.65pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="136"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengetahuan   batiniah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penglihatan   batiniah &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sikap ilahiah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 105.35pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext;" valign="top" width="140"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tirani &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 101.65pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="136"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penuh   penyesalan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terilhami &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tenteram&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="post-footer-linepost-footer-line-1"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-2089726877470204520?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/2089726877470204520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=2089726877470204520&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2089726877470204520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2089726877470204520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/hati-qalb-dalam-konteks-al-qazali-dan.html' title='Hati, Qalb dalam konteks Al-Qazali dan sufisme'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Rzh3h-nqxBI/AAAAAAAAAD4/uYSzWO9Tj8U/s72-c/muhammad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-1611591347598641490</id><published>2007-11-11T19:57:00.001-08:00</published><updated>2007-11-11T19:58:36.874-08:00</updated><title type='text'>Nafs dan Manusia dalam Konteks Alquran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;NAFS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Psikofisik manusia memiliki komponen jasad dan ruh yang saling terintegrasi Nafs memiliki natur gabungan antara natur jasad dan ruh, bila ia berorientasi dengan natur jasad maka tingkah laku memjadi buruk dan celaka, tetapi bila mengacu pada natur ruh maka kehidupannya menjadi baik dan selamat.(Mujib,2005: hal 79) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi Manusia harus bisa mengasah Nafsnya dan mensucikan Nafsnya sehingga dapat menjadi manusia yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Istilah Nafs dalam Al-quran memiliki banya makna , menurut Achmad Mubarok dengan metode temantiknya, menyebutkan 7 makna nafs: yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nafs berarti diri      atau seseorang (QS. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Ali      Imran (3) : 61, Yusuf (12): 54, Al-Dzariyat (51):21 ).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Nafs berarti diri      Tuhan (QS, Al-An;am (6) :12, 54) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Nafs berarti      person sesuatu (QS Al-Furqan (25):3, Al-An’am (6):130)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Nafs sebagai roh      (QS, Al-An’am (6): 93)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Nafs sebagai Jiwa      (QS. Al-Syam (91):7 , Al-Fajr (89):27)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Nafs sebagai      totalitas manusia, yang memiliki dimensi jiwa dan raga (QS Al-Rad (13) : 11,      Al- Anfal (8):53) (Mujid .2005:79) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Tabel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;.&lt;b&gt;1&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Perbedaan substansi Ruh , Jasad, dan Nafs adalah dapat dilihat dibawah ini&lt;/b&gt;: (Mujid, 2005:82). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 23.4pt;" valign="top" width="31"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Substansi Ruh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 144pt;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Substansi Jasad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 140.4pt;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Substansi Nafs&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 44.45pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 23.4pt; height: 44.45pt;" valign="top" width="31"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt; height: 44.45pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adanya di alam   arwah (imateri) atau alam perintah (amar)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tercipta secara   langsung dari Allah tanpa melalui proses graduasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak memiliki   bentuk , rupa, kadar, dan tidak dapat disifati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Naturnya halus   dan suci (cenderung ber-islam atau bertauhid) dan mengejar kenikmatan ruhani&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memiliki energi   rohani yang disebut dengan al-amanah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eksistensi   energi ruhaniah tergantung ibadah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eksistensinya   memotivasi kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak terikat   oleh ruang dan waktu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dapat menangkap   beberapa bentuk yang konkrit dan abstrak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Substansinya   abadi tanpa ada kematian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak dapat   dibagi-bagi karena satu keutuhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 144pt; height: 44.45pt;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adanya dialam   dunia./jasad (materi) atau alam penciptaan (khalq)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Tercipta secara   bertahap atau berproses dan melalui perantara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memiliki bentuk,   rupa, kadar dan dapat disifati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Naturnya buruk   dan kasar, bahkan mengejar kenikmatan syahwat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memiliki energi   jasmaniah yang disebut dengan al-hayah (nyawa/daya hidup)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eksistensi   energi jasmaniah tergantung pada makanan bergizi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eksistensinya   menjadi wadah ruh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terikat oleh   ruang dan waktu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hanya mampu   menangkap satu bentuk kongkret dan tidak mampu menangkap yang abstrak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Substansinya   temporer dan hancur setelah kematian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dapat   dibagi-bagi dengan beberapa komponen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 140.4pt; height: 44.45pt;" valign="top" width="187"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adanya dialam   jasad dan ruhani&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terkadang   tercipta secara bertahap atau berproses dan terkadang tidak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Antara berbentuk   atau tidak, berkadar atau tidak, berkadar atau tidak , dan dapat disifati   atau tidak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Naturnya antara   baik-buruk , halus-kasar, dan menikmati kenikmatan ruhani dan syahwat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memiliki energi   rohaniah, jasmaniah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eksistensi   energi nafsani tergantung pada ibadah dan makanan bergizi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eksistensinya   aktualisasi atau realisasi diri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Antara terikat   dan tidak mengenai ruang dan waktu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dapat menangkap   antara yang kongkret dan abstrak, satu bentuk atau beberapa bentuk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Substansinya   antara abadi dan temporer&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Antara dapat   dibagi-bagi dan tidak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="post-footer-linepost-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-authorvcard"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fn"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-authorvcard"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="item-action"&gt;&lt;a href="email-post.g?blogID=2501363343490372599&amp;amp;postID=7549677804802385631" title="Email Post"&gt;&lt;span class="email-post-icon"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="item-controlblog-adminpid-1183623954"&gt;&lt;a href="post-edit.g?blogID=2501363343490372599&amp;amp;postID=7549677804802385631" title="Edit Post"&gt;&lt;span class="quick-edit-icon"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;a name="7713961602397330431"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://doctorliza.blogspot.com/2007/11/manusia-dalam-al-quran.html"&gt;Manusia dalam Al-Quran&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.1. Manusia Dalam Konsep Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Al-Quran banyak memberi gambaran tentang manusia antara lain sebagai berikut: Manusia diciptakan dengan bentuk fisik yang sangat baik (S.95:4), dengan rupa yang seindah-indahnya (S.64:3) dan dilengkapi dengan organ yang instimewa seperti pancaindra dan hati (S.16:78), agar manusia bersyukur kepada Allah yang belah memberi banyak keindahan dan kesempurnaan. Manusia pun diberi kemampuan berfikir untuk memahami alam semesta (S.13:3) dan dirinya sendiri (S.30:20-21) sebagai ciptaan Allah untuk kemudian meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT,. Manusia mempunyai akal untuk memahami tanda-tanda keagungan Allah, Kalbu untuk mendapatkan cahaya yang tertinggi (S.89:27-30) dan ruh yang kepadanya Allah SWT mengambil kesaksian manusia mengenai keesaan ilahi (S.7:72-74). Bahkan kepadanya agama sebagai tuntunan agar hidupnya selamat dunia dan akherat. ( Bastaman,1995:55).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah dibumi (S.2:30), dan di ciptakan Allah bukan untuk main-main (S.23:115), melainkan untuk mengembangkan amanah (S.33:72) dan untuk beribadah kepadaNya (S.51:56) serta selalu menegakkan kebajikan sekaligus menghilangkan keburukan (S.3:110) dengan segala tanggung jawab (S.75:36). Keistimewaan lain manusia adalah memiliki kebebasan luas untuk mengembangkan diri setinggi-tingginya atau serendah-rendahnya (S.91:7-10), bahkan agama pun tidak dipaksakan kepadanya (S.2:256). Namun manusia pun dilengkapi dengan banyak kelemahan seperti ketergesah-gesahan (S.17:11), pembantah (S.18:54), melampaui batas (S.10:12), Kikir (S.70:19), mudah putus asa (S.41:49), selalu berkeluh kesah (S.70:20), ingkar (S.80:17), tidak mau bersyukur (S.100:6), mudah lalai setelah mendapat nikmat (S.17:83).(Bastamann:1995:56)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Walaupun demikian fitrah manusia adalah suci dan beriman (S.7:72). Kecenderungan terhadap agama adalah sikap dasarnya (S.30:30), Dalam keadaan sadar ataupun tak sadar manusia selalu merindukan Allah (S.39:8; S.39:49), taat, khusuk, tawakal dan tidak ingkar (S. 17:66-69), terutama bila sedang mengalami malapetaka dan kesulitan hebat (S.31:32, S.17:66). (Bastaman,1995:56).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Al-Quran juga menggolongkan manusia . yaitu: Golongan manusia yang mendapat petunjuk yang lurus (S. 1:7) seperti para nabi (S.22:52;S.6:87), Shiddiqin (S.49&lt;br /&gt;:14-18), para syuhada (S. 3:169-171), Shalihin (S.29:9), muklisin (S.23:57-61; S 29:64-66; S.3:123), muttaqin (S.3:31), mukminin (S.3:139), dan orang-orang yang sabar (S.3:146; S.8:46). Yang kedua golongan manusia yang tidak memdapat petunjuk, seperti orang yang dimurkai Allah dan sesat hidupnya (S.6:144; S.9:37) seperti orang-orang fasik (S. 5:108; S.9:80), zalim (S.6:144 ; S .9:37), kafir (S. 5:67; S.9:37) , musyrik (S.4:48-52; S.4:226-121) dan orang munafik (S.2: 8 – 16).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Beberapa ayat al-Qur’an dan al-Hadits yang menjadi landasan utama bagi para psikolog Islam telah memberikan informasi tentang telah dimulainya kehidupan manusia sejak janin berada dalam kandungan ibunya. Mujib dan Muzakir, berpendapat bahwa sejumlah ayat dan hadits secara tidak langsung telah disebutkan bahwa selama periode prenatal individu tidak hanya mengalami perkembangan fisik melainkan sekaligus mengalami perkembangan psikologi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;QS 22: 5. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari Ayat diatas terlihat bahwa manusia tersusun dari unsur materi dan imateri, jasmani dan Rohani, Tubuh manusia yang berasal dari tanah dan ruh atau jiwa berasal dari substansi imateri di alam gaib. Tubuh pada akhirnya akan kembali menjadi tanah atau jiwa akan pulang ke alam Gaib. (Nasution,1996:37)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tubuh kita yang mempunyai daya fisik atau jasmani, yang terdiri dari indra penglihatan, penciuman, perasa, perabaan, pendengaran, daya gerak. Semuanya berhubungan dengan unsur-unsur materi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut Nasution dalam Ruh atau jiwa ada yang disebut al-Nafs mempunyai dua daya, daya pikir yang disebut akal yang berpusat di kepala dan daya rasa yang berpusat dikalbu yang berpusat di dada. Daya rasa yang berpusat didada dipertajam dengan ibadah (shalat, puasa, haji, zakat), karena intisari dari semua ibadah dalam islam adalah mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha Suci. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang maha Suci hanya dapat didekatkan oleh ruh yang suci. Ibadah adalah latihan menyucikan ruh atau jiwa. Makin banyak seseorang beribadah secara iklash, makin suci pula jiwa dan ruhnya. Daya pikir atau akal berpusat dikepala dalam sejarah islam diperkuat oleh dorongan ayat-ayat kauniah. Nasution menambahkan jadi manusia menurut ajaran Islam, tersusun dari unsur materi , yaitu tubuh yang mempunyai hayat dan unsur imateri yaitu roh yang mempunyai dua daya, daya rasa di dada dan daya pikir dikepala. Daya rasa, jika diasah dengan baik, mempertajam hari nurani dan daya pikir , jika dilatih, mempertajam penalaran.(Nasution, 1996:38) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-1611591347598641490?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/1611591347598641490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=1611591347598641490&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/1611591347598641490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/1611591347598641490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/nafs-dan-manusia-dalam-konteks-alquran.html' title='Nafs dan Manusia dalam Konteks Alquran'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-483083710981741630</id><published>2007-11-11T19:54:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T19:55:49.078-08:00</updated><title type='text'>Ibadah dan kriteria</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;IBADAH DAN MAKNANYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah menurut kamus bahasa Indonesia adalah amalan yang diniatkan untuk berbakti kepada Allah yang pelaksanannya diatur oleh syariah, ketaatan menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintah Allah (Ahmad, 2006:262).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah menurut bahasa berarti tunduk, taat, mengikut, doa. Ibadah dalam arti taat diungkapkan dalam Al-Quran, antara lain dalam surat Al-Bayinah ayat 5 yang artinya :”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada hakekatnya dengan ibadah , manusia menunjukan pengabdian sebagai hamba terhadap Allah, sebagai tanda ketaqwaannya kepada Allah SWT. Dalam surat Al-Baqarah ayat 21 Allah berfirman yang artinya”Hai manusia , sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertaqwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam syariat Islam tujuan akhir dari semua aktivitas hidup manusia adalah pengabdian, penyerahan diri yang total terhadap ketentuan Allah, sehingga terwujud sikap dan prilaku yang lahir dari rasa yakin akan pengabdiannya kepada Allah. Ibadah juga motivasi, dorongan, semangat hidup, yang bertujuan memdapat Ridho Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam Ensiklopedia Islam terdapat beberapa klasifikasi dan bentuk ibadah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;A. Secara Garis besar Ibadah dibagi 2 macam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;1.Ibadah khassah (khusus) atau ibadah mahdah (ibadah yang ketentuannya pasti) , &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;yang telah ditentukan pelaksanaanya seperti ibadah sholat, puasa, zakat, haji. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;2.Ibadah ammah (umum) yaitu semua perbuatan yang mendatangkan kebaikan dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;dilaksanakan dengan niat yang iklash karena Allah SWT, seperti minum, makan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;bekerja mencari nafkah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keduanya harus dilandasi dengan niat, semata-mata karena Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;B. Klasifikasi I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;badah Menurut Pelaksanaannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah Jasmani Rohaniah (perpaduan ibadah jasmani dan rohani) seperti Sholat dan Puasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah rohaniah amaliah (perpaduan antara ibadah rohani dan harta) seperti zakat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah rohani, jasmani, dan amaliah seperti Haji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;C. Klasifikasi Ibadah menurut Kepentingan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kepentingan fardl (perorangan) seperti sholat, puasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kepentingan ijtima’i (masyarakat) seperti zakat dan Haji&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;D. Ibadah ditinjau dalam segi bentuk dan sifatnya &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah dalam bentuk lisan seperti Zikir, berdoa, membaca Al-Quran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah dalam bentuk perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya seperti membantu orang lain, ”jihad, dan tajhiz al-janazah (mengurus jenazah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah dalam bentuk pekerjaan yang telah ditentukan wujudnya perbuatannya seperti salat, puasa, zakat , haji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah yang tata cara dan pelaksanaannya berbentuk menahan diri seperti puasa”iktikaf, dan ihram &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah yang berbentuk menggugurkan hak seperti memaafkan orang lain yang telah melakukan kesalahan terhadap dirinya dan membebaskan seseorang yang berutang kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-483083710981741630?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/483083710981741630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=483083710981741630&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/483083710981741630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/483083710981741630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/ibadah-dan-kriteria.html' title='Ibadah dan kriteria'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-3101373319864350456</id><published>2007-11-11T19:51:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T19:54:15.532-08:00</updated><title type='text'>Ibadah Sholat , puasa, zikir, shodaqah, haji</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Zikir dan Baca Al-Quran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span class="gen"&gt;Dalam AL-Quran &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Ali-Imram 3:191, Allah berfirman: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Allah Taala mencela orang yang tidak mau mengambil pelajaran dari mahluk-mahluk-Nya yang menunjukan kepada zat, sifat, syariat, takdir, dan tanda-tanda kebesarannya. &lt;/span&gt;Allah Ta’ala berfirman,” dan betapa banyaknya tanda-tanda kebesaran-Nya yang terdapat di langit dan bumi..sedang mereka menyekutukan Allah,”Allah memuji hamba-hambanya yang beriman,”yang mengingat Allah ketika duduk, berdiri berbaring. Mereka merenungkan penciptaan langit dan bumi” sambil berkata.,” Ya Tuhan kami, tidaklah engkau ciptakan ini dengan sia-sia”Yakni , tidaklah engkau ciptakan mahluk ini dengan main-main , namun secara hak agar engkau membalas orang-orang yang beramal buruk sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan serta membalas orang yang berbuat baik dengan balasan kebaikan. (Tafsir Ibnu Katsir Jilid I: 635)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;Cara berbicara kepada Allah, Seorang syek bertanya kepada darwisnya, apakah ia ingin berbicara dengan Tuhan, ketika sang darwis mengiyakannya , sang Syek mengajarkan sang darwis, bahwa setiap kali ia berada dalam kesendirian, ia harus mengucapkan doa berikut.&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&lt;span class="gensmall"&gt;Ya ALLAH Tampa-Mu wahai kekasih, aku tidak bisa tentram, aku tidak dapat menghitung anugerah yang kau limpahkan kepadaku, Bahkan jika setiap helai rambut dari tubuh ku menjadi lidah, aku tidak mampu mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepadaMu.( &lt;/span&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Frager R :307)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Zakat dan infaq sadaqah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam Al-Quran surat AlBaqarah 2:110 ”Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan zakat dan sadaqah adalah ibadah rohani amaliah, untuk kepentingan ijtima’i (masyarakat). kita diharapkan dapat berbagi dengan sesama, saling menolong, menciptakan keamanan diri, maupun lingkungan , pengentasan kemiskinan, solidaritas sesama, keamanan akan membawa rasa tenang dan menjauhi kegelisahan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%;" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibadah Haji/umroh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Al-Baqarah 128: Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Haji/umroh dilaksanakan sekali seumur hidup bila mampu, mengandung ibadah amaliah, jasmani, dan rohani karena didalamnya terkandung latihan fisik dan latihan kesabaran. Dengan niat Haji dalam hati setiap umat Muslim ada gemuruh rasa aman, tenang dan bahagia. Umat muslim melatih dirinya dari beban fisik dan lelah. Dengan pakaian haji yang sama dan sederhana, mereka menanggalkan kemewahan, tidak membedakan tingkatan dan derajat, menguatkan semangat persaudaraan dari seluruh umat di dunia. Ketika Ihram umat muslim dilatih untuk mengekang hawa nafsunya dari syahwat, bertengkar, mencela, berdebat, tidak melakukan hal yang menimbulkan kefasikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="post-footer-linepost-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-authorvcard"&gt;Posted by &lt;/span&gt;&lt;span class="fn"&gt;Indonesia health and hot issue&lt;/span&gt;&lt;span class="post-authorvcard"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="post-timestamp"&gt;at &lt;a href="http://doctorliza.blogspot.com/2007/11/ibadah-zikir-shadaqah-dan-berhaji.html" title="permanent link"&gt;01:09&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt;&lt;a href="comment.g?blogID=2501363343490372599&amp;amp;postID=7072146478806432810&amp;amp;isPopup=true"&gt;0 comments&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="item-action"&gt;&lt;a href="email-post.g?blogID=2501363343490372599&amp;amp;postID=7072146478806432810" title="Email Post"&gt;&lt;span class="email-post-icon"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="item-controlblog-adminpid-1183623954"&gt;&lt;a href="post-edit.g?blogID=2501363343490372599&amp;amp;postID=7072146478806432810" title="Edit Post"&gt;&lt;span class="quick-edit-icon"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;a name="8344897690981647623"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://doctorliza.blogspot.com/2007/11/puasa.html"&gt;Puasa&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Puasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam Alquran Qs Al-Baqarah 2:183.Allah berfirman,” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam tafsit Ibnu Katsir dijelaskan bahwa puasa adalah menahan diri dari makan, minum berijma disertai niat iklash karena Allah SWT. Pada permulaan Islam, puasa dilaksanakan 3 hari setiap bulan, kemudian pelaksanaannya dinasakh oleh puasa pada bulan ramandhan. Dari Muazh, ibnu Mas’ud dan yang lainnya dikatakan bahwa puasa itu senantiasa disyariatkan sejak zaman nabi Nuh hingga Allah menasakh ketentuan itu dengan puasa Ramandhan (Tafsir Ibnu Katsir I: 286-287)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Muhammad Ali As-Shabuni dalam ensiklopedia islam bahwa puasa sedikitnya mempunyai 4 hikmah yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a.Sarana Pendidikan bagi manusia agar tetap bertaqwa, membiasakan diri untuk patuh,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terhadap perintah Allah SWT, penghambaan diri terhadap Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;b.Pendidkan jiwa dan membiasakan diri untuk tetap sabar dan tahan terhadap segala&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;penderitaan demi menempuh dan melaksanakan perintah Allah. Menahan diri dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;segala keinginan dan hawa nafsunya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c.Merupakan sarana menumbuhkan sayang dan rasa persaudaraan terhadap orang lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;sehingga terdorong membantu dan menyantuni orang yang tidak berkecukupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d.Dapat menanamkan dalam diri manusia rasa takwa kepada Allah SWT dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;senantiasa menjalankan perintahnya dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terang-terangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;" lang="SV"&gt;Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menanggulagi penyakit, bahkan di amerika ada pusat puasa yang diberi nama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;FASTING CENTER INTERNATIONAL, INC, Director Dennis Paulson yang berdiri sudah sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara. Yang merekomendasikan (1) program penurunan berat badan , (2) mengeluarkan toxin tubuh, (3) puasa dapat memperbaiki energy, kesehatan mental, kesehatan fisik dan yang paling terpenting meningkatkan kualitas hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;em&gt;Fasting is the greatest remedy--the physician within!"&lt;/em&gt;--Philippus Paracelsus, famed Swiss physician and one of three Fathers of Western Medicine, with Greece's Hippocrates and Galen who, like fellow Greeks Pythagoras, Socrates, Plato and Aristotle, practiced and prescribed prolonged fasting. Plato said he fasted &lt;em&gt;"for greater physical and mental efficiency,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Shalat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam Surat Albaqoroh ayat:153. Allah berfirman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berarti disini sabar dan shalat menjadi cara yang paling bijaksana dan paling benar bagi seorang muslim menyikapi masalah dan cobaan yang menimpanya sehingga kegelisahan tidak menjadi stress yang berkepanjangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam Tafsir Al Maraghi, Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan kepada orang Muslim ialah mengetahui, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata dan Dia tidak ada Tuhan selain Allah semata, dan Dia tidak mempunyai sekutu, Jika telah diakui bahwa Akulah Tuhan yang Haq dan tidak ada sembahan selain aku, maka beribadahlah hanya kepada Ku dan tunduklah kepada seluruh apa yang aku bebankan kepadaMu. Lakukanlah Shallat menurut aturan yang telah aku perintahkan kepadamu dengan rukun dan syaratnya agar dalam Shalat itu kamu mengingat Aku dan berdoa kepada ku dengan doa yang tulus dan bersih tampa dicampuri syirik dan tidak menghadap diri kepada selain aku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah ibadat yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mendirikan Shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melengkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu' ,memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Disebutkan shalat secara khusus diantara ibadah yang lainnya, karena ia mempunyai keutamaan atas yang lainnya. Didalam shalat, seseorang mengingat sembahannya dan hati serta lisan sibuk dengan itu. Oleh sebab itu, shalat dapat mencegah perbuatan yang keji dan mungkar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam jamaah lain mengeluarkan riwayat dari Abu Hurairah, Bahwa Rasullullah saw, bersabda” Barang siapa lupa akan suatu Shalat, maka hendaklah ia mengerjakan shalat itu ketika mengingatnya, karena sesungguhnya Allah berfirman,” dirikanlah Shallat untuk mengingatKu.&lt;span class="gen"&gt; ( &lt;/span&gt;Al-Magraghi jilid 16 :168 – 169)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketika usaha sedemikian sulit, ketika musibah datang bertubi-tubi, ketika kehilangan pekerjaan, ketika kita ditinggal oleh orang yang terkasih , dan kesabaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;menjadi lemah, maka shalat menjadi sarana yang paling penting untuk kita laksanakan sebagai sarana kita mengadukan semua persoalan kita kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Shalat merupakan penolong yang akan selalu memperbaharui kekuatan dan bekal yang akan selalu memperbaiki hati. Dengan shalat kesabaran akan tetap ada dan tidak akan terputus. Justru shalat akan mempertebal kesabaran, Sehingga akhirnya kamu muslimin akan ridha, tenang, teguh dan yakin.&lt;span class="gen"&gt; ( Sayyid Qutbh, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an jilid 1: 171)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut tafsir Ibnu katsir (jilid 4:90) memurnikan ketaatan kapada-Nya adalah mengabdikan kepada-Nya dan serulah semua orang untuk mengabdi kepada Nya saja, tiada sekutu bagi-Nya , karena tidak layak beribadat kecuali bagi-Nya saja. Oleh karena itu Allah SWT berfirman, Ingatlah , hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih,” maksudnya , tidak ada amalan yang diterima kecuali bila amalan itu iklash semata-mata karena-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Iklash berarti kita memurnikan ketaatan kita, beribadah yang iklash berarti kita semata-mata beribadah hanya untuk Allah, bukan terhadap yang lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-3101373319864350456?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/3101373319864350456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=3101373319864350456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/3101373319864350456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/3101373319864350456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/ibadah-sholat-puasa-zikir-shodaqah-haji.html' title='Ibadah Sholat , puasa, zikir, shodaqah, haji'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291646789626541748.post-2509930389185508561</id><published>2007-11-11T19:48:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T19:51:47.547-08:00</updated><title type='text'>Psikologi Agama dan ISLAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Manusia adalah suatu mahluk somato-psiko-sosial dan karena itu maka suatu pendekatan terhadap manusia harus menyangkut semua unsur somatiK, psikologik, dan social.&lt;a name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Psikologi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;secara etimologi memiliki arti “&lt;b&gt;ilmu tentang jiwa&lt;/b&gt;”. Dalam Islam, istilah “jiwa” dapat disamakan istilah al-nafs, namun ada pula yang menyamakan dengan istilah al-ruh, meskipun istilah al-nafs lebih populer penggunaannya daripada istilah al-nafs. Psikologi dapat diterjamahkan ke dalam bahasa Arab menjadi ilmu al-nafs atau ilmu al-ruh. Penggunaan masing-masing kedua istilah ini memiliki asumsi yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Psikologi menurut Plato dan Aristoteles adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.Menurut Wilhem Wundt (tokoh eksperimental) bahwa &lt;b&gt;psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia , seperti penggunaan pancaindera, pikiran, perasaan, feeling dan kehendaknya&lt;/b&gt;.&lt;a name="_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut &lt;b&gt;Prof. Dr. Zakiah Darajat&lt;/b&gt; bahwa psikologi agama meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku orang atau mekanisne yang bekerja dalam diri seseorang, karena cara seseorang berpikir, bersikap, bereaksi dan bertingkah laku tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinan itu masuk dalam kostruksi pribadi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Belajar psikologi agama tidak untuk membuktikan agama mana yang paling benar, tapi hakekat agama dalam hubungan manusia dengan kejiwaannya , bagaimana prilaku dan kepribadiannya mencerminkan keyakinannnya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Mengapa manusia ada yang percaya Tuhan ada yang tidak , apakah ketidak percayaan ini timbul akibat pemikiran yang ilmiah atau sekedar naluri akibat terjangan cobaan hidup, dan pengalaman hidupnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;BAB 2&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;DEFINISI AGAMA , TUHAN, SPIRITUAL, KEPERCAYAAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;A. AGAMA dan PSIKOLOGI AGAMA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agama &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;berasal dari kata &lt;b&gt;latin religio,&lt;/b&gt; yang dapat berarti &lt;b&gt;obligation/kewajiban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agama dalam Encyclopedia of Philosophy adalah &lt;b&gt;kepercayaan kepada Tuhan yang selalu hidup, yakni kepada jiwa dan kehendak ilahi yang mengatur alam semesta dan mempunyai hubungan moral dengan umat manusia (James Martineau)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agama seseorang adalah ungkapan dari sikap akhirnya pada alam semesta, makna, dan tujuan singkat dari seluruh kesadarannya pada segala sesuatu, (Edward Caird)&lt;a name="_ftnref4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agama hanyalah upaya mengungkapkan realitas sempurna tentang kebaikan melalui setiap aspek wujud kita (F.H Bradley)&lt;a name="_ftnref5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agama adalah pengalaman dunia dalam seseorang tentang keTuhanan disertai keimanan dan peribadatan&lt;a name="_ftnref6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi agama pertama-tama harus dipandang sebagai pengalaman dunia dalam individu yang mengsugestit esensi pengalaman semacam kesufian, karena kata Tuhan berarti sesuatu yang dirasakan sebagai supernatural, supersensible atau kekuatan diatas manusia. Hal ini lebih bersifat personal/pribadi yang merupakan proses psikologis seseorang&lt;a name="_ftnref7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang kedua adalah adanya keimanan, yang sebenarnya intrinsik ada pada pengalaman dunia dalam seseorang. Kemudian efek dari adanya keimanan dan pengalaman dunia yaitu peribadatan.&lt;a name="_ftnref8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak ada satupun definisi tentang agama (religion) yang dapat diterima secara umum, karena para filsuf, sosiolog, psikolog merumuskan agama menurut caranya masing-masing, menurut sebagian filsuf religion adalah ”&lt;b&gt;Supertitious structure of incoheren metaphisical notion&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;Sebagian ahli sosiolog lebih senang menyebut religion sebagai ”&lt;b&gt;collective expression of human values&lt;/b&gt;”. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pengikut Karl Marx mendifinisikan Religion sebagai “&lt;b&gt;the opiate of people&lt;/b&gt;”. Sebagian Psikolog menyimpulkan &lt;b&gt;religion adalah mystical complex surrounding a projected superego&lt;/b&gt;” disini menjadi jelas bahwa tidak ada batasa tegas mengenai agama/religion yang mencakup berbagai fenomena religion.&lt;a name="_ftnref9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Einstein , pada pidato tahun 1939 di depan Princeton Theological seminar, ”ilmu pengetahuan hanya dapat diciptakan oleh mereka yang dipenuhi dengan gairah untuk mencapai kebenaran dan pemahaman, tetapi sumber perasaan itu berasal dari tataran agama, termasuk didalamnya keimanan pada kemungkinan bahwa semua peraturan yang berlaku pada dunia wujud itu bersifat rasional, artinya dapat dipahami akal. Saya tidak dapat membayangkan ada ilmuwan sejati yang tidak mempunyai keimanan yang mendalam seperti itu, ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan buta&lt;a name="_ftnref10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Beragama berarti melakukan dengan cara tertentu dan sampai tingkat tertentu penyesuaian vital betapapun tentative dan tidak lengkap pada apapun yang ditanggapi atau yang secara implicit atau eksplisit dianggap layak diperhatikan secara serius dan sungguh-sungguh (Vergulius Ferm)&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref11"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Psikologis atau ilmu jiwa mempelajari manusia dengan memandangnya dari segi kejiwaan yang menjadi obyek ilmu jiwa yaitu manusia sebagai mahluk berhayat yang berbudi. &lt;/span&gt;Sebagai demikian, manusia tidak hanya sadar akan dunia disekitarnya dan akan dorongan alamiah yang ada padanya, tetapi ia juga menyadari kesadaranya itu , manusia mempunyai kesadaran diri ia menyadati dirinya sebagai pribadi, person yang sedang berkembang , yang menjalin hubungan dengan sesamanya manusia yang membangun tata ekonomi dan politik yang menciptakan kesenian, ilmu pengetahuan dan tehnik yang hidup bermoral dan beragama, sesuai dengan banyaknya dimensi kehidupan insani , psikologi dapat dibagi menjadi beberapa cabang &lt;a name="_ftnref12"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Kepercayaan dan pengamalannya sangat beragam antara tradisi yang utama dan usaha dalam mendifinisikan agama itu sendiri secara keseluruhan yang sempurna. Agama sendiri menurut bahasa latin berasal dari kata religio, yang dapat di artikan sebagai kewajiban atau ikatan &lt;a name="_ftnref13"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Oxford English Dictionary, religion represent the human recognition of super human controlling power, and especially of a personal God or Gods entitle to obedience and worship, agama menghadirkan ‘ manusia yang kehidupannya di kontrol oleh sebuah kekuatan yang disebut Tuhan atau para dewa-dewa untuk patuh dan menyembahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Psikologi agama&lt;/b&gt; merupakan bagian dari psikologi yang mempelajari masalah-masalah kejiwaan yang ada sangkut pautnya dengan keyakinan beragama, dengan demikian psikologi agama mencakup 2 bidang kajian yang sama sekali berlainan , sehingga ia berbeda dari cabang psikologi lainnya.&lt;a name="_ftnref14"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Prof. Dr. Zakiah Darajat bahwa psikologi agama meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku orang atau mekanisne yang bekerja dalam diri seseorang, karena cara seseorang berpikir, bersikap, bereaksi dan bertingkah laku tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinan itu masuk dalam kostruksi pribadi&lt;a name="_ftnref15"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Psikologi agama tidak berhak membuktikan benar tidaknya suatu agama, karena ilmu pengetahuan tidak mempunyai tehnik untuk mendemonstrasikan hal-hal yang seperti itu baik sekarang atau masa depan, Ilmu pengetahuan tidak mampu membuktikan ketidak-adaan Tuhan, karena tidak ada tehnik empiris untuk membuktikan adanya gejala yang tidak empiris, tetapi sesuatu yang tidak dapat dibuktikan secara empiris bukanlah berarti tidak ada jiwa. Psikologi agama sebagai ilmu pengetahuan empiria tidak menguraikan tentang Tuhan dan sifat-sifatNya tapi dalam psikologi agama dapat diuraikan tentang pengaruh iman terhadap tingkah laku manusia. Psikologi dapat menguraikan iman agama kelompok atau iman individu, dapat mempelajari lingkungan-lingkungan empiris dari gejala keagamaan , tingkah laku keagamaan, atau pengalaman keagamaan , pengalaman keagamaan, hukum-hukum umum tetang terjadinya keimanan, proses timbulnya kesadaran beragama dan persoalan empiris lainnya. Ilmu jiwa agama hanyalah menghadapi manusia dengan pendirian dan perbuatan yang disebut agama, atau lebih tepatnya hidup keagamaan&lt;a name="_ftnref16"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;B. Tuhan/ God/Allah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Menurut Carl Jung (1955) Tuhan adalah sesuatu kekuatan yang berpengaruh besar yang alami dan pengaruhnya tidak dapat di bendung : Very personal nature and an irresistible influence, I call it God&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Thomas Van Aquino mengemukakan bahwa yang menjadi sumber kejiwaan agama itu ialah berfikir , manusia berTuhan karena manusia menggunakan kemapuan berfikirnya. Kehidupan beragama merupakan refleksi dari kehidupan berfikir manusia itu sendiri. Pandangan semacam ini masih tetap mendapatkan tempatnya hingga sekarang ini dimana para ahli mendewakan ratio sebagai satu-satunya motif yang menjadi sumber agama&lt;a name="_ftnref17"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Fredrick Schleimacher berpendapat bahwa yang menjadi sumber keagamaan itu adalah rasa ketergantungan yang mutlak (sense of depend). Dengan adanya rasa ketergantungan yang mutlak ini manusia merasakan dirinya lemah, kelemahan ini menyebabkan manusia selalu tergantung hidupnya dengan suatu kekuasaan yang berada diluar dirinya, berdasarkan rasa ketergantungan ini timbullah konsep tentang Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengapa manusia ada yang bersifat Atheis , tidak percaya adanya Tuhan, ucapan terkenal sepanjang masa adalah dari seorang yang bernama Nietscshe yang mengatakan “Gott ist Gestorben” Tuhan sudah mati. Paul Vitz yang menceritakan kisah Nietscshe menyampaikan teori kekafiran Nietsche (theory of unbelief) bukan karena perenungan dan penelitian yang sadar , anda tidak percaya kepada agama bukan karena secara ilmah anda menemukan agma itu hanya sekumpulan tahayul, anda menolak agama bukan karena anda alas an rasional ,melainkan fakto psikologis yang tidak anda sadari, Nietsche menolak Tuhan seperti yang diakuinya bukan karena pemikiran tapi karena naluri.&lt;a name="_ftnref18"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kematian ayah nya diusia 36 tahun membawa kesedihan yang mendalam pada diri Niersche &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tidak berbeda dengan Nietsche , maka Freud menulis dalam future of an Illusion bahwa gagasan-gagasan agama muncul dari kebutuhan yang sama seperti yang memunculkan pencapaian peradaban lainnya , yakni dari desakan untuk mempertahankan diri melawan kekuatan alam yang lebih perkasa dan menaklukkan (kepercayaan agama hanyalah) ilusi, pemuasan dari keinginan manusia yang paling tua, paling kuat, dan yang paling penting seperti yang kita ketahui, kesan tidak berdaya yang menakutkan pada masa anak-anak membangkitkan kebutuhan akan perlindungan melalui cinta yang diberikan oleh sang Bapa jadi peraturan Tuhan yang maha kuasa dan Maha pengasih menentramkan ketakutan kira akan bahaya kehidupan. Secara singkat pada waktu kecil anak mengidola ayahnya sebagai pelindung dan pemelihara , ketika posisi anak tidak berdaya, setelah dewasa ketika manusia berhadap dengan kekuatan yang maha perkasa, ia kembali ingat kepada ayahnya, lalu ia berilusi tentang Tuhan yang seperti ayahnya , untuk memenuhi kebutuhan seorang ayah ia menciptakan Tuhan Bapak, manusia diciptakan tidak berdasar citra Tuhan , tetapi Tuhan diciptakan berdasar citra manusia.&lt;a name="_ftnref19"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bagaimana Freud seorang psikoterapi dan seorang atheis berpendapat unsur kejiwaan yang menjadi sumber keagamaan ialah sexual (naluri seksual). Berdasarkan libido ini timbullah idea tentang ketuhanan, upacara keagamaan setelah melalui proses Oedipus Complex (sebuah mythos Yunani yang menceritakan bahwa karena perasaan cinta kepada ibunya, maka Oedipus membunuh ayahnya, sehingga setelah membunuh ayah timbul rasa bersalah (sense of guilt) pada diri anak-anak itu. Father Image (citra bapak) setelah membunuh timbul rasa bersalah yang kemudian perasaan itu menimbulkan ide membuat suatu cara penebusan dengan memuja arwah ayah yang telah mereka bunuh, Realisasi dari pembawaan itulah menurutnya sebagai asal upacara keagamaan. Sigmund freud yakin akan kebenaran pendapatnya itu berdasarkan kebencian setiap agama terhadap dosa&lt;a name="_ftnref20"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Seperti Nietscshe , Freud memandang ayahnya sebagai bapak yang lemah, pengecut dan berprilaku sexual yang menyimpang , Ia membenci ayahnya dan selanjutnya membenci Tuhan yang tercipta berdasarkan citra ayahnya, Psikoanalis akhirnya membuang Tuhan sebagai sekadar ilusi kekanak-kanakan, bagi freud agama adalah irasional dan patologi, prilaku yang diperteguh , respons pada situasi yang tak terduga dan pemuasan keinginan kekanak-kanakan&lt;a name="_ftnref21"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Freud membagi jiwa dalam 3 bagian yang semuanya punya fungsi sendiri-sendiri: &lt;b&gt;Id&lt;/b&gt; adalah tempat dorongan naluri (instinct) dan berada dibawah pengawasan proses primer, id bekerja sesuai prinsip kesenangan. &lt;b&gt;Ego&lt;/b&gt; (pribadi) tugasnya menghindari ketidak senangan dan rasa nyeri dengan melawan atau mengatur pelepasan dorongan nalurinya agar sesuai dengan tuntutan dunia luar. Ego bekerja sesuai dengan prinsip kenyataan dan mempunyai mekanisme pembelaan seperti represi, salah pindah, rasionalisasi dan lain-lain. Ego mulai terbentuk ketika anak berumur 1 tahun. &lt;b&gt;SuperEgo &lt;/b&gt;ajaran dan hukuman yang diletakkan kepadanya oleh orang tua dari luar, dimasukan kedalam superego (internalisasi) yang selanjutnya menilai dam membimbing prilakunya dari dalam, biarpun orang tua tidak ada lagi disampingnya, Superego yang mulai terbentuk umur 5 – 6 tahun membantu ego dalam pengawasan dan pelepasan impuls id, mengadung moral, hatinurani, rasa salah, &lt;a name="_ftnref22"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;C.Spiritual &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Definisi spiritual lebih sulit dibandingkan mendifinisikan agama/religion, dibanding dengan kata religion, para psikolog membuat beberapa definisi spiritual, pada dasarnya spitual mempunyai beberapa arti, diluar dari konsep agama, kita berbicara masalah orang dengan spirit atau menunjukan spirit tingkah laku . kebanyakan spirit selalu dihubungkan sebagai factor kepribadian. Secara pokok spirit merupakan energi baik secara fisik dan psikologi, &lt;a name="_ftnref23"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut kamus Webster (1963) kata spirit berasal dari kata benda bahasa latin ‘Spiritus” yang berarti nafas (breath) dan kata kerja “Spirare” yang berarti bernafas. Melihat asal katanya , untuk hidup adalah untuk bernafas, dan memiliki nafas artinya memiliki spirit. Menjadi spiritual berarti &lt;b&gt;mempunyai ikatan yang lebih kepada hal yang bersifat kerohanian atau kejiwaan dibandingkan hal yang bersifat fisik atau material&lt;/b&gt;. Spiritual merupakan kebangkitan atau pencerahan diri dalam mencapai makna hidup dan tujuan hidup. Spiritual merupakan bagian esensial dari keseluruhan kesehatan dan kesejahteraan seseorang.&lt;a name="_ftnref24"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Spiritual dalam pengertian luas merupakan hal yang berhubungan dengan spirit , sesuatu yang spiritual memiliki kebenaran yang abadi yang berhubungan dengan tujuan hidup manusia, sering dibandingkan dengan Sesuatu yang bersifat duniawi, dan sementara, Didalamnya mungkin terdapat kepercayaan terhadap kekuatan supernatural seperti dalam agama , tetapi memiliki penekanan terhadap pengalaman pribadi. Spiritual dapat merupakan eksperesi dari kehidupan yang dipersepsikan lebih tinggi, lebih kompleks atau lebih terintegrasi dalam pandangan hidup seseorang,dan lebih dari pada hal yang bersifat indrawi. Salah satu aspek dari menjadi spiritual adlah memiliki arah tujuan, yang secara terus menerus meningkatkan kebijaksanaan dan kekuatan berkehendak dari seseorang, mencapai hubungan yang lebih dekat dengan ketuhanan dan alam semesta dan menghilangkan ilusi dari gagasan salah yang berasal dari alat indra , perasaan, dan pikiran. Pihak lain mengatakan bahwa aspek spiritual memiliki dua proses , pertama proses keatas yang merupakan tumbuhnya kekuatan internal yang mengubah hubungan seseorang dengan Tuhan , kedua proses kebawah yang ditandai dengan peningkatan realitas fisik seseorang akibat perubahan internal. Konotasi lain perubahan akan timbul pada diri seseorang dengan meningkatnya kesadaran diri, dimana nilai-nilai ketuhanan didalam akan termanifestasi keluar melalui pengalaman dan kemajuan diri, &lt;a name="_ftnref25"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Apakah ada perbedaan antara spiritual dan religius, spiritualitas ádalah kesadaran diri dan kesadaran individu tentang asal , tujuan dan nasib. Agama ádalah kebenaran mutlak dari kehidupan yang memiliki manifestasi fisik diatas dunia. Agama merupakan praktek prilaku tertentu yang dihubungkan dengan kepercayaan yang dinyatakan oleh institusi tertentu yang dihubungkan dengan kepercayaan yang dinyatakan oleh institusi tertentu yang dianut oleh anggota-anggotanya. Agama memiliki kesaksian iman , komunitas dan kode etik, dengan kata lain spiritual memberikan jawaban siapa dan apa seseorang itu (keberadaan dan kesadaran) , sedangkan agama memberikan jawaban apa yang harus dikerjakan seseorang (prilaku atau tindakan). Seseorang bisa saja mengikuti agama tertentu , namun memiliki spiritualitas . Orang – orang dapat menganut agama yang sama, namun belum tentu mereka memiliki jalan atau tingkat spiritualitas yang sama.&lt;a name="_ftnref26"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;D. &lt;b&gt;FAITH AND BELIEF&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam iman , seorang manusia berkeyakinan bahwa ia berhubungan dengan Allah sendiri, Tuhan sendiri tujuan dan isi iman kepercayaan. . Maka dari itu obyek iman bukanlah pengertian-pengertian, gagasan-gagasan atau ide-ide mengenai Tuhan melainkan Tuhan sendiri. Tuhanlah yang dipercayai manusia, Tuhan dalam kepribadian dan dalam manifestasi-manifestasi-Nya. Antara orang yang beriman dengan Tuhan terdapat hubungan pribadi, bagi orang beriman, Tuhan menjadi tujuan hasrat-hasratnya yang intim , tetapi juga sekaligus penolong yang diandalkannya dalam mengejar kesempurnaan eksistensinya. Oleh karena itu tindakan “percaya “merupakan kenyataan yang kompleks. Didalamnya terdapat keyakinan intelektual, ketaatan yang taqwa dan hubungan cinta kasih. Kompleksitas ini bersesuaian dengan majemuknya faham kebapa ilahi&lt;a name="_ftnref27"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Secara Pskologis kita harus membedakan arti kata iman dan percaya. Kata percaya lebih statis dan tidak menunjukan adanya sikap emosi yang positif terhadap obyek atau ide yang dipercayainya itu. Misalnya kita percaya besok akan hujan, kepercayaan ini tidak selalu disertai adanya kewajiban terhadap kepercayaan itu Lin dengan iman yang bersikap dinamis , kata iman menunjukan adanya kehangatan emosi dan mengandung keharusan-keharusan atau kewajiban-kewajiban sebagai akibat adanya keimanan. Misalnya anda iman kepada Allah ini berarti bukan hanya percaya secara lisan kepadaNya, tapi juga mengandung kesetiaan , kecintaan sebagai implikasi kewajiban kepada si muknin. Kepercayaan bisa menjadi keimanan melalui perkembangan sedikit demi sedikit . Dalam perkembangan ini berperan pengarug orang tua dan lingkungannya. Keimananpun berkembang pula&lt;a name="_ftnref28"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Keimanan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;W.H. Clark membagi taraf perkembangan keimanan seseorang kedalam 4 level:&lt;a name="_ftnref29"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;1. Stimulus response verbalism, pada level ini keimanan hanyalah di bibir (anak-anak), mekanismenya disini seperti orang yang belajar, mereka mengulang-ulang perbuatan yang mendapat hadiah dan menghilangkan kata atau perbuatan yang tercela, kata-kata yang menimbulkan rasa aman akan diulang-ulang oleh si anak, dengan demikian timbul rasa aman, kepercayaan yang hanya dibibir akan dikembangkan oleh anak dengan memasukkan kepercayaan itu dalam dirinya, dan ini sangat pendtin untuk menjadi dasar dan sikapnya dan menjadi pegangan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;2. Intelectual comprehension&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Terlihat pada masa remaja, lebih memerlukan intelek dan adanya proses kreatif yang lebih kmpleks dari pada respons bersyarat saja, pikirna dan logika berperan dalam setiap proses keimanan, jiwa mula-mula percaya, timbul kebimbangan, kemudian proses berfikir timbul kepercayaan yang baru atau insight baru sebagai sintesa dari kepercayaan yang ada dan kebimbangan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;3. Behavioral demonstration &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada level ini sebagai akibat kepercayaan yang kuat akan keimanan seorang terlihat dalam timdakannya. Tingkah laku lebih menunjukan kesungguhan adanya keimanan daripada sekedar ucapan-ucapan saja, behavior demonstraton contoh nya pada sufi/mistikus yang teguh imannya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;4. Comprehensive integration&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hal-hal yang termasuk ketiga level diatas merupakan penampilan aspek-aspek saja dari pada kepercayaan . Disamping tiu yang lebih dalam ialah yang mencakup ketiga-tiganya menjadi satu kesatuan, baik kata-kata , pemikiran dan juga perbuatan di integrasikan untuk mebentuk satu kesatuan dalam diri individu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEIMANAN memberikan makna pada hidup, memberikan arti pada kehidupan ini. Pemberian makna pada hidup itulah yang menurut &lt;st1:place st="on"&gt;Clark&lt;/st1:place&gt; bekerja sebagai dinamika dan sekaligus daya tarik agama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KESIMPULAN&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut &lt;b&gt;Prof. Dr. Zakiah Darajat&lt;/b&gt; bahwa psikologi agama meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku orang atau mekanisne yang bekerja dalam diri seseorang, karena cara seseorang berpikir, bersikap, bereaksi dan bertingkah laku tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinan itu masuk dalam kostruksi pribadi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Belajar psikologi agama tidak untuk membuktikan agama mana yang paling benar, tapi hakekat agama dalam hubungan manusia dengan kejiwaannya , bagaimana prilaku dan kepribadiannya mencerminkan keyakinannnya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agama &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;berasal dari kata &lt;b&gt;latin religio,&lt;/b&gt; yang dapat berarti &lt;b&gt;obligation/kewajiban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agama dalam Encyclopedia of Philosophy adalah &lt;b&gt;kepercayaan kepada Tuhan yang selalu hidup, yakni kepada jiwa dan kehendak ilahi yang mengatur alam semesta dan mempunyai hubungan moral dengan umat manusia (James Martineau)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Carl Jung (1955) Tuhan adalah sesuatu kekuatan yang berpengaruh besar yang alami dan pengaruhnya tidak dapat di bendung : Very personal nature and an irresistible influence, I call it God&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Thomas Van Aquino mengemukakan bahwa yang menjadi sumber kejiwaan agama itu ialah berfikir , manusia berTuhan karena manusia menggunakan kemapuan berfikirnya. Kehidupan beragama merupakan refleksi dari kehidupan berfikir manusia itu sendiri. Pandangan semacam ini masih tetap mendapatkan tempatnya hingga sekarang ini dimana para ahli mendewakan ratio sebagai satu-satunya motif yang menjadi sumber agamaMenurut kamus Webster (1963) kata spirit berasal dari kata benda bahasa latin ‘Spiritus” yang berarti nafas (breath) dan kata kerja “Spirare” yang berarti bernafas. Melihat asal katanya , untuk hidup adalah untuk bernafas, dan memiliki nafas artinya memiliki spirit. Menjadi spiritual berarti &lt;b&gt;mempunyai ikatan yang lebih kepada hal yang bersifat kerohanian atau kejiwaan dibandingkan hal yang bersifat fisik atau material&lt;/b&gt;. Spiritual merupakan kebangkitan atau pencerahan diri dalam mencapai makna hidup dan tujuan hidup. Spiritual merupakan bagian esensial dari keseluruhan kesehatan dan kesejahteraan seseorang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Kata percaya lebih statis dan tidak menunjukan adanya sikap emosi yang positif terhadap obyek atau ide yang dipercayainya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Iman yang bersikap dinamis , kata iman menunjukan adanya kehangatan emosi dan mengandung keharusan-keharusan atau kewajiban-kewajiban sebagai akibat adanya keimanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Drs H. Ahmad Fauzi , Psikologi Umum Pustaka setia Bandung, 2004 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jalaluddin Rakhmat , Psikologi Agama sebuah pengatar, Mizan 2004 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dr. Nico Syukur Dister, Psikologi Agama, penerbit Kanisius,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Davic Fontana, Psychology , Religion a&lt;/span&gt;nd spirituality, Bps Blackwell, 2003&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Endang Saifuddun Anshari M. A. Ilmu , Filsafat dan Agama, Penerbit Bina Ilmu 1979&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;Prof Dr. H. Ramayulis, Psikologi Agama , Kalam Mulia 2004 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Drs. H. Aziz Ahyadi , Psikologi Agama, Mertiana Bandung &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Aliah B. Purwakanta Hasan, Psikologi Perkembangan Islami, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;WE Maramis, Ilmu Kedoteran Jiwa, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Airlangga&lt;/st1:PlaceName&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt; Press, 1980 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;W F. Maramis , Ilmu kedokteran Jiwa, Airlangga university Press, 1980, hal 88&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Drs H. Ahmad Fauzi , Psikologi Umum Pustaka setia Bandung, 2004 hal 9&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jalaluddin Rakhmat , Psikologi Agama sebuah pengatar, Mizan 2004 hal50&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibid hal 51&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibid hal 50&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Drs. Psy H.A. Aziz Ahyadi , Psikologi Agama, pnerbit Martiana Bandung, hal 17&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;ibid&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;ibid&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;H. Endang Saifuddun Anshari M. A. Ilmu , Filsafat dan Agama, Penerbit Bina Ilmu 1979, Hal 111&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibid hal 53&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn11"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibid hal 51&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn12"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dr. Nico Syukur Dister, Psikologi Agama, penerbit Kanisius, hal 9&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn13"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Davic Fontana, Psychology , Religion a&lt;/span&gt;nd spirituality, Bps Blackwell, 2003, hal 6&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn14"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Prof Dr. H. Ramayulis, Psikologi Agama , Kalam Mulia 2004 hal1&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn15"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ibid hal 5&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn16"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Drs. H. Aziz Ahyadi , Psikologi Agama, Mertiana Bandung hal 9 - 10&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn17"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Prof Dr. H Ramayulis , Op cit hal 26&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn18"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Jalaluddin Rakhmat op cit hal 149&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn19"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ibid hal 149 - 150&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn20"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Ibid hal 28&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn21"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Jalaluddin Rahmat op cit Hal 152&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn22"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;WE Maramis, Ilmu Kedoteran Jiwa, Airlangga University Press, 1980 hal 37&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn23"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;David Fontana op cit hal 11&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn24"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;Aliah B. Purwakanta Hasan, Psikologi Perkembangan Islami, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, hal 288&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn25"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ibid ha;l 290&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn26"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn27"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Prof Nico Syukur Dister op cit Hal 126&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn28"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;H. A Aziz Ahyadi op cit hal 21&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a name="_ftn29"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ibid hal58&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291646789626541748-2509930389185508561?l=drlizaibadah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/feeds/2509930389185508561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291646789626541748&amp;postID=2509930389185508561&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2509930389185508561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291646789626541748/posts/default/2509930389185508561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://drlizaibadah.blogspot.com/2007/11/psikologi-agama-dan-islam.html' title='Psikologi Agama dan ISLAM'/><author><name>dr.  Hj.  Liza 4121969</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04865769703659526517</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_eNvwM8tzZjk/Sg-63miWKjI/AAAAAAAAA7I/TaDsOAHogF0/S220/liza+rafi+4ever.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
